• Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Beranda Negeri
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
No Result
View All Result
Beranda Negeri
No Result
View All Result
Home Featured

Hati Dupont untuk Kampung Paus

by Redaksi
November 27, 2019
in Featured
0
Hati Dupont untuk Kampung Paus

Foto P. Arnoldus Dupont,SVD

0
SHARES
138
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

“Apabila kehidupan sehari-hari terasa miskin, jangan kita keluhkan, tetapi sesalilah dirimu karena tidak cukup tabah untuk menggali kekayaannya”.    ——Rainer Maria Rilke—–

Pater Dupont,  begitulah sapaan akrab pemilik nama Arnoldus Dopunt, SVD. Pater Dupont mulai menapaki jalan panjang sebagai imam di keuskupan Larantuka, berawal dari Wureh 1953, Lite Adonara dan kemudian ke Paroki Lamalera dan berakhir di rumah jompo untuk imam-imam SVD di Rumah Sakit Bukit Lewoleba pada 2005.

Saya pertama kali mengenal Pater Arnoldus Dupont, SVD sekitar tahun 1985, ketika itu saya belajar di SMP APPIS Lamalera. Perlahan saya mulai menyadari bahwa Pater Dupont adalah sosok yang sangat peduli dengan orang kecil. Masih segar dalam ingatan saya bagaimana Pater Dupont dengan setia berkunjung dari rumah ke rumah untuk melihat dan mendengar langsung segala keluh-kesah umat parokinya. Pastoran saat itu juga berfungsi sebagai poliklinik. Pater Dupont dengan cuma-cuma memberikan obat bagi siapa saja yang membutuhkan.

Perhatian dan cinta Pater Dupont bagi orang kecil dengan sangat bagus digambarkan oleh filsuf Emmanuel Levinas. Menurut Levinas “orang lain hadir lewat wajah mereka. Wajah orang lain itu menyapa kita. Wajah itu tampil apa adanya dan luhur. Wajah itu sebuah imbauan. Berhadapan dengan wajah itu kita tak dapat mengelak. Kita bertanggung jawab atas wajah itu, atas keselamatannya”.

Foto Gereja St. Petrus – Lamalera yang dibangun oleh P. Arnoldus Dupont, SVD

Di tengah-tengah masyarakat yang umumnya berorientasi pada harta, pada prestasi atau kursi, gengsi dan popularitas, hidup Pater Dupont yang berorientasi pada ‘wajah orang lain’ menjadi sangat bermakna. Wajah orang lain yang muncul dalam figur orang-orang kecil yang terlupakan, tertindas, terbelenggu, miskin dan papa, itulah yang selalu memanggil Pater Dupont untuk berbuat sesuatu dan bertanggung jawab atas mereka.

Meskipun Pater Dupont telah direnggut maut, ia tidak mati, dan ia tak akan pernah mati, karena karyanya terus menafasi kita. Dan kita pun terpanggil untuk meneruskan karya-karyanya yang belum seluruhnya selesai. Kini dalam sukacita abadi Pater Dopunt telah menatap “Wajah Tak Terhingga”.

Paskalis Bataona

ShareTweetSend
Next Post
Pengusaha Tjie Tjin Hoan Berpulang

Pengusaha Tjie Tjin Hoan Berpulang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Moses Beding tentang Jerman

Moses Beding tentang Jerman

5 tahun ago
Peperangan di Padang Kurusetra dalam Epos “Mahabarata” dan Relevansinya dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Honocoroko dalam Aksara Jawa sebagai Filosofi dan Konsep Ketuhanan Orang Jawa

1 tahun ago

Popular News

    Newsletter

    Beranda Negeri

    Anda bisa berlangganan Artikel Kami di sini.
    SUBSCRIBE

    Category

    • BERITA
    • BIOGRAFI
    • BUMI MANUSIA
    • Featured
    • JADWAL
    • JELAJAH
    • KOLOM KHUSUS
    • LENSA
    • OPINI
    • PAPALELE ONLINE
    • PUISI
    • PUSTAKA
    • SASTRA
    • TEROPONG
    • UMUM

    Site Links

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org

    About Us

    Beranda sebagai suatu tempat para penghuni rumah untuk duduk melepas lelah, bercerita dengan anggota keluarga ataupun tamu dan saudara. Karena itu pula media Baranda Negeri merupakan tempat bercerita kita dan siapa saja yang berkesempatan berkunjung ke website ini.

    • Redaksi & Kontak
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • BERITA
    • JELAJAH
    • BUMI MANUSIA
    • BIOGRAFI
    • OPINI
    • KOLOM
    • SASTRA
    • Lainnya
      • TEROPONG
      • PUSTAKA
      • PAPALELE ONLINE
      • LENSA
      • JADWAL

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In