Cerita Pranata K Agas Menggunting Kuku Kaki Pasien Disabilitas Mental di Pelosok Manggarai Timur (Bagian Enam)

0
306
Ket. Foto: Staf Kemensos RI (Baju Biru) sedang Mengunjungi pasien ODGJ yang dipasung di Kampung Tewuk, Desa Satar Lahing, Kec. Rana Mese, Kab. Manggarai Timur, NTT, Kamis (1/4/2021). (DOK/Kabid P2P - Pranata K. Agas)

PRANATA K AGAS, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, menggunting kuku kaki seorang mama yang sedang menderita disabilitas mental di Kampung Tewuk, Desa Satar Lahing, Kecamatan Rana Mese, Kamis, (1/4/2021). Selain menggunting kuku kaki, Ia juga membersihkan jari-jari tangan yang terlihat tidak terawat dengan baik.

Nama mama itu, Eleonora Buphu yang sudah empat tahun dipasung kaki satunya dengan balok di bagian dapur rumah keluarga itu.

Pranata K Agas yang biasa disapa Ibu Ani Agas baru dua bulan menggawangi bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) di dinas tersebut.

Di bidang itu juga ada seksi untuk pencegahan dan penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Selanjutnya dalam narasi ini disebut Ani Agas. Ia selalu gelisah dan mencari pengetahuan di google dan membaca berbagai regulasi tentang pencegahan dan penanganan penderita disabilitas mental.

Sebelum Ani Agas mendapatkan kepercayaan menjadi kepala bidang P2P itu, Ia menduduki jabatan kepala bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur.

Melalui pesan whatsapp yang diterima, Kamis, (1/4/2021) menjelaskan, hari ini mereka (Dinkes) Kabupaten Manggarai Timur mendampingi utusan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk mengunjungi seorang penderita gangguan jiwa di Desa Satar Lahing, Kecamatan Rana Mese.

Utusan Kementerian Sosial Republik Indonesia dari bagian Direktorat Rehabilitasi sosial penyandang disabilitas di Kementerian Sosial Republik Indonesia, Nur Sholeh dan Rudi.

Dan juga Hilarius Jabur,  Kepala Seksi Pelayanan dan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur, didampingi

Kepala Desa Satar Lahing, dan Pengelola program kesehatan Jiwa (Keswa) Puskesmas Lalang, Ibu Efi. Ani Agas menceritakan bahwa nama pasien itu, Eleonora Buphu, sudah 4 tahun dipasung.

Ket. Foto: Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Manggarai Timur, NTT, Pranata K. Agas sedang Menggunting Kuku Pasienyang Menderita Ganguan Jiwa di Kampung Tewuk, Desa Satar Lahing, Kec. Rana Mese, Manggarai Timur, Kamis (1/4/2021). (Dok. Kabid P2P Dinkes Manggarai Timur – Pranata K Agas)

Saat ini dalam pengobatan. Keadaan umum baik dan pasien terlihat mulai membaik.

Pasien bercakap-cakap dengan baik, mampu menyebutkan nama dan anggota keluarga bahkan mengingat banyak hal.

Pasien bahkan berterima kasih akan kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur.

Edukasi terkait keadaan pasien kepada keluarga sudah dilakukan oleh petugas medis di Puskesmas Lalang.

Apabila evaluasi klinis membaik maka akan dilepas dari pasungan dan terus dipantau kesehatan jiwanya.

Ani Agas menjelaskan, Kementerian Sosial menghantar bantuan berupa Kebutuhan sandang dan pangan seperti; Beras, telur, baju, perlengkapan mandi seperti handuk, sabun, sampo, selain itu ada susu, biskuit, telur, minyak goreng.

Selain mengajak beliau bercerita tentang dirinya, tentang anak-anaknya, kami meminta izin untuk merapikan kuku jari-jarinya, kemudian saya lanjutkan dengan menggunting kuku kakinya yang terlihat mengeras.

“Ia bercerita bahwa setelah menerima pengobatan, keadaanya membaik, ia mengingat banyak hal, bahkan ia baru ingat bahwa anak bungsunya sedang kuliah.

Ia berjanji akan minum obat teratur agar cepat sembuh,” jelasnya.

Ani Agas mengungkapkan ” hari ini akhirnya saya paham hukum terbesar kita…… terima kasih telah mengajarkan saya banyak hal. Saya banyak belajar dari orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).”

Kamis Putih Melayani ODGJ

Saat mempersiapkan diri untuk merayakan Perayaan Kamis Putih. Perayaan perjamuan terakhir Tuhan Yesus bersama 12 rasul-Nya.

Kabid P2P dan Kepala Seksi Pencegahan Penanganan ODGJ di bidang P2P, Yanuarius Ngabut mengunjungi sambil memberikan pelayanan pengobatan bagi seorang mama yang sedang dipasung karena derita gangguan jiwa di pedalaman Manggarai Timur.

Mereka memaknai Kamis Putih dengan membersihkan jari tangan serta menggunting kuku kaki dari penderita tersebut.

Pelayanan Kasih KKI Menggugah Hati Ani Agas

Pelayanan Kasih dari relawan Kelompok Kasih Insanis (KKI) Peduli Orang Dengan Gangguan Jiwa Kabupaten Manggarai Timur sejak Juli 2017 lalu menggugah hati Ibu Pranata K Agas secara pribadi karena waktu ia belum menduduki jabatan kepala bidang P2P.

Beberapa kali secara pribadi, Ani Agas bersama relawan Kelompok Kasih Insanis sama-sama mengunjungi orang yang sedang derita gangguan jiwa di Kabupaten Manggarai Timur.

Bahkan beberapa kali bertemu dengan relawan KKI untuk saling sharing tentang kisah pelayanan bagi orang yang sedang derita gangguan jiwa.

Saat itu relawan KKI memberikan masukkan bahwa ketersediaan obat di Puskesmas-Puskesmas di seluruh Manggarai Timur bagi penderita gangguan jiwa mampu memulihkan mereka dari derita yang sedang dialami.

Berkat rutin minum obat yang dilayani petugas medis dari beberapa Puskesmas di sekitar Kota Borong ada sebagian penderita yang lepas pasung. Tentu pasca lepas pasung, para penderita tetap minum obat secara berkelanjutan dengan pendampingan anggota keluarga.

Semua masukkan yang disampaikan relawan KKI dicatat dan di analisanya untuk pengadaan obat rutin dan didistribusikan kepada puskesmas-puskesmas di seluruh Manggarai Timur.

Saat sharing itu, Ibu Ani Agas memberikan saran kepada relawan KKI untuk sama-sama membuat roadmap pencegahan dan penanganan orang dengan gangguan jiwa di Kabupaten Manggarai Timur.

Tidak hanya menerima pengalaman dari pelayanan kasih dari relawan KKI Manggarai Timur, Ibu Ani Agas juga berjuang keras untuk berdiskusi dengan Pendiri Relawan Kelompok Kasih Insanis NTT, Pater Aventinus Saur, SVD.

Bertemu Pater Avent Saur, SVD di Kampung Taga

31 Oktober 2020 lalu, Ibu Ani Agas bersama seorang stafnya bertemu Pater Aventinus Saur, SVD di Kampung Taga, Desa Golo Nderu, Kecamatan Kota Komba, (dulu), kini sudah mekar menjadi Kecamatan Kota Komba Utara.

Saat itu Pater Avent, SVD memimpin misa pemberkatan nikah seorang anggota relawan KKI Kabupaten Manggarai Timur. Pankrasius Purnama namanya. Biasa disapa Engkos.

Engkos jatuh cinta dengan seorang gadis cantik dari kampung tersebut.

Walaupun medan jalan yang sangat berat. Belum di aspal. Saat itu belum dibangunkan crossway di Kali Wae Ghera. Kini crossway sudah dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur.

Komitmen untuk memulihkan sesama yang sedang derita gangguan jiwa, baik yang dipasung maupun yang berkeliaran menjadi panggilan hati nurani dari Ibu Ani Agas, walaupun saat itu masih duduk di Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Manggarai Timur.

Komitmen pribadi untuk memulihkan sesama yang sedang derita sakit membuat ia menimba pengalaman dari Pendiri KKI walaupun bertemu di pelosok Manggarai Timur.

Sebelum dilangsungkan resepsi pernikahan dari Engkos. Ibu Ani Agas, Pater Avent, SVD, Saya, staf Dinkes dan beberapa relawan KKI Desa Golo Nderu berdiskusi lepas tentang penanganan dan pencegahan serta pemulihan bagi ODGJ.

Pater Avent menyampaikan peran pengobatan dari obat medis mampu memulihkan penderita yang sedang sakit. Itu sudah nyata dialami di beberapa Kabupaten di Pulau Flores selama pelayanan dari relawan KKI. Saat itu Ibu Ani Agas lebih banyak mendengar dan menyimak seluruh diskusi tersebut.

Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur meningkatkan pelayanan medis serta pengadaan obat-obatan di seluruh Puskesmas. Oktober 2019 lalu, relawan KKI sudah mengadakan seminar Nasional tentang Kesehatan Jiwa (Keswa).

Saat itu Dinas Kesehatan hadir bersama dengan seluruh petugas medis dari beberapa Puskesmas di Manggarai Timur.

Diskusi berhenti sampai disitu karena kami harus masuk di ruang kemah pesta. Kemudian waktu sudah sore, Ibu Ani Agas pamit pulang duluan ke Kota Borong sambil berpesan agar diskusi berlanjut di Kota Borong.

Secercah Harapan bagi Pemulihan ODGJ

Penanganan dan pencegahan bagi penderita orang dengan gangguan jiwa atau bahasa halusnya disabilitas mental sesuai regulasi merupakan hal baru di Pulau Flores berkat perjuangan gigih dari seorang Imam yang bertugas di Provinsial Ende.

Pater Aventinus Saur, SVD  namanya. Ia imam dari ordo Serikat Sabda Allah yang didirikan oleh Santo Arnoldus Jansen. Ingin tahu kisah perjuangannya baca buku “Belum Kalah”. Berkat pelayanan kasihnya, Ia pernah mengisahkan perjuangannya di program Kick Andy di media Metro TV bahkan kisah perjuangannya dimuat di media KOMPAS dan KOMPAS.com

Membaca tulisan dan liputan di media Flores Pos dan media sosial facebook, banyak orang tergerak hati untuk bergabung hingga akhir membentuk kelompok relawan KKI.

Berangkat pesan di inbox media sosial dan menukarkan nomor ponsel. Kemudian sekitar 7 orang dari Manggarai Timur bertemu Pater Avent di sebuah warung makan di Kota Borong. Saat itu tepatnya Juli 2017.

Waktu itu Pater pulang dari Panti Renceng Mose Ruteng. Pater Avent ke Panti Renceng Mose Ruteng menghantar seorang pasien dari Kabupaten Ende untuk dirawat dan memulihkan kesehatan dari penderita tersebut.

Saat makan siang bersama, kami sepakat dan meminta kepada Pater Avent agar relawan KKI juga dibentuk di Manggarai Timur. Saat itu Pater Avent berpesan bahwa ini kerja sukarela. Panggilan hati nurani. Ada kerelaan dalam hati untuk menjadi relawan.

Saat itu kami sepakat. Pater Avent kembali ke Ende dan kami pulang ke rumah masing-masing.

Selanjutnya pelayanan secara sporadis. Misalnya dimana ada informasi orang sakit gangguan jiwa dipasung, kami berkunjung disela kesibukan kerja masing-masing.

Perjuangan relawan KKI tanpa kenal lelah membuahkan hasil dengan menyelenggarakan Seminar Nasional Kesehatan Jiwa (Keswa). Tampil sebagai narasumber secara sukarela saat itu, Dr Albert Maramis, Seorang Penyintas yang pulih, Mas Kiki, Pater Avent Saur, SVD Saat itu Seminar dibuka oleh Wakil Bupati Manggarai Timur, Jaghur Stefanus. Hadir saat itu Ketua DPRD Manggarai Timur, Heremias Dupa, Wakil Ketua DPRD Manggarai Timur, Damu Damian, Vikep Borong, Romo Simon Nama, Pr serta beberapa imam, diantaranya Romo Hermen Sanusi, Pr

Setelah Seminar dilanjutkan dengan dengar pendapat (public hearing) di Gedung DPRD Manggarai Timur.

Tidak sampai disitu perjuangan dari relawan KKI. Relawan mengajak beberapa anggota DPRD untuk mengunjung langsung penderita di rumah-rumah. Dialog dengan Dinkes, Dinsos di ruangan Ketua DPRD. Dialog dengan Kepala Dinas Sosial. Dialog dengan Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat. Pada Desember 2020, pertemuan terbatas dengan Kemenkes, Kemensos, Keuskupan Ruteng, relawan KKI, Dinkes dan Dinsos dari Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur untuk pencegahan dan penanganan ODGJ. Bahkan relawan KKI dialog dengan anggota DPRD Provinsi NTT, Yohanes Rumat di Cafe SMAK Pancasila Borong dengan melibatkan Dinkes Manggarai Timur.

Inilah catatan pelayanan kasih serta upaya bersama untuk memulihkan sesama saudara yang sedang menderita gangguan jiwa. Salam Belum Kalah. Salam Sehat Jiwa. Kita Belum Terlambat.

                                                 *************

*Penulis adalah wartawan dan koordinator relawan KKI di Manggarai Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here