Ansi Lema Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Universitas Nusa Nipa

0
202

Maumere Berandanegeri.com – Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Ansi  Lema menggelar sosialisasi  Empat Pilar Kebangsaan di Universitas Nusa Nipa Indonesia.

Sosialiasi Empat Pilar Kebanggsaan dilakukan  secara virtual bertempat di meeting room gedung Sapientia, Universitas Nusa Nipa Indonesia Maumere, Kabupaten Sikka, Propinsi NTT, Jumad 16 April 2021  dengan moderator  Hendrikus Darwin Beja,S.P.,M.Si yang juga sebagai Kaprodi Agroteknologi.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan kerjasama antara Fakultas pertanian Universitas Nusa Nipa bersama anggota DPR /MPRI RI Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si  Komisi IV yang membidangi Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kelautan, Perikanan, Kehutanan dan Lingkunganan Hidup.

Turut hadir Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa Drs. Sabinus Nabu, Rektor UNIPA Indonesia Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.Si,  Dekan Fakultas Pertanian Julianus Jeksen, S.P.,MP, Kaprodi,  para dosen dan mahasiswa/wi 

Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa Drs. Sabinus Nabu dalam kesempatan itu mengatakan dengan kehadiran anggota DPR Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si   melalui virtual ini bisa memotivasi mahasiswa-mahasiswi tentang makna empat pilar kebanggsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

“Selain itu kami berharap untuk  membantu mempercepat  upaya  proses penegrian Universitas Nusa Nipa sehingga bisa terwujud kedepannya,,”kata Sabinus Nabu.

Sabinus Nabu menyebutkan  di Fakultas Pertanian ada dua program studi Agroteknologi dan Agrobisnis, kami berharap dengan jejaring yang ada di kementerian pertanian sehingga bisa membantu  dalam memenuhi fasilitas yang masih kurang seperti traktor dan lain-lain yang bisa  menunjang kerja civitas akademika Fakultas  Pertanian   Universitas Nusa Nipa Indonesia.

Rektor Unipa Indonesia Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.Si menyampaikan apresiasi atas kehadiran anggota DPR Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si dalam sosialisasi empat pilar kebanggsaan secara virtual. Dilain pihak menarik sekali singkatan yang disematkan dan akan diperjuangkan bagi  NTT yaitu soal Nelayan, Tani dan  Ternak.

“Diera digital sekarang ini, masyarakat dengan mudah melihat sepak terjang setiap aktivitas yang diperjuangkan  terutama di bidang pertanian, peternakan, perikanan,” terangnya.

Menurutnya tugas-tugas bapak sejalan dengan visi UNIPA untuk mengembangkan kawasan kepulauan flores sebagai satu kesatuan, dimana bidang pertanian dalam arti luas merupakan prime mover yang akan mendorong kemajuan dibidang lainya.

Lanjutnya  saat ini UNIPA juga merencanakan penelitian mengenai peran, fungsi bendungan Napun Gete untuk pertanian yang bermanfaat bagi kebutuhan air minum, pengairan, pertanian, perikanan dan pengembangan ekonomi kawasan.

Anggota MPR/DPR RI Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si  memaparkan materi dengan judul “Pancasila dalam Tindakan Bangkit dari Pandemi Covid-19”,  dilain pihak di tengah bencana banjir di NTT ini, kita  tidak boleh menyerah atau putus asah,  justru menjadi cambuk kita bersama untuk bergotong royong, saling mengulurkan tangan,

Yohanis Ansi Lema memaparkan  4 konsensus dasar yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, Pancasila dan hBineka Tunggal Ika. Pilar pertama Pancasila  sebagai dasar atau ideologi yang mempersatukan bangsa, Pancasila digali dari nilai-nilai dasar senusantara, Pancasila juga sumber dari segalah sumber, dalam hirarki ketatanegaraan  Pancasila menempati urutan pertama sebagai jati diri menjadi karakter bangsa oleh kerena itu  Pancasila tidak boleh diganti dengan ideologi manapun.

Republik Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama ras, tentunya menyatukan perbedaan ini bukan tanpa resiko atau tanpa usaha, perbedaan harus merekatkan kita bukan meretakkan kita. Untuk merekatkan Indonesia  dengan berbagai perbedaan tersebut, kita hanya  butuh satu nilai dasar yaitu Pancasila.

Pilar kedua kehidupan berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia adalah Undang-Undang Dasar 1945. Untuk dipahami bersama, diperlukan terlebih dahulu makna UUD untuk kehidupan berbangsa, bernegara dan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 

Pilar ketiga adalah Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan yang pertama kali diungkap oleh Mpu Tantular seorang pujangga agung Kerajaan Majapahit yang hidup pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk.

Semboyan atau sesanti dalam kakawin Sutasoma yang berbunyi “Bhinna ika tunggal ika, tan hana dharma mangrwa, yang artinya “Berbeda-beda itu satu, satu itu tak ada pengabdian yang mendua.

Sedangkan, pilar ke empat  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan bentuk negara tempat kita berada yaitu kesatuan.

”Selain menjaga eksistensi 4 pilar kebanggsaan, Yohanis Ansi Lema  juga mengatakan  selama menjadi anggota DPR RI, ia selalu siap memperjuangkan hak-hak rakyat dari NTT terutama dibidang Pertanian, Peternakan, Perikanan.

“Apa  yang disampaikan oleh  segenap keluarga  besar UNIPA terkait dengan  upaya penegrian UNIPA dan juga dukungan dalam sektor Pertanian, Perikanan, Kelautan akan saya  perjuangkan melalui mitra kami dikementerian-kementerian,”ujarnya.

Dekan Fakultas Pertanian Julianus Jeksen,S.P.,MP Mengungkapkan  Fakultas Pertanian dalam implementasi tridharma perguruan tinggi yaitu dharma pengabdian kepada masyarakat maka senantiasa bekerja sama  dengan kelompok-kelompok tani di pedesaan, demi ikut membangun sektor pertanian di kabupaten Sikka

“Hal ini  membutuhkan dukungan penuh semua pihak diantaranya bapak anggota DPR RI  Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si,”tandasnya. (Atic)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here