• Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Beranda Negeri
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
No Result
View All Result
Beranda Negeri
No Result
View All Result
Home SASTRA

Elegi Lumpur dan Harap

by Redaksi
Desember 21, 2025
in SASTRA
0
Konfusianisme di Era Kepemimpinan Hu Jintao
0
SHARES
212
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

 

​Oleh Odemus Bei Witono

 

Jiwaku terasa sesak dalam kepungan jerebu
Ada rindu yang meronta, ingin pulang ke hulu
Namun jalan setapak telah raib disapu waktu
Menyisakan perih yang membeku di kalbu.
​
Rumah bukan lagi tempat berteduh dari hujan
Ia telah karam, tenggelam dimakan lumpur legam
Dinding-dinding kenangan runtuh dalam diam
Menyisakan nisan tanpa nama di atas pemakaman.
​
Mimpi-mimpi kini terasa gelap dan asing
Sunyi mencekam, memilin raga hingga pening
Di bawah langit yang tak lagi berbening
Kita hanyalah butiran debu yang terpelanting.
​
Lihatlah seragam sekolah yang kini kusam
Anak-anak kehilangan peluk bapak dan ibu
Dunia mereka runtuh, menyisakan masa depan kelam
Hanya ada isak yang tertahan di balik pintu.
​
Pun para orang tua, menatap tanah dengan nanar
Kehilangan tunas muda, harapan yang sempat berpijar
Kini terkubur di bawah endapan yang sukar
Meninggalkan lubang di hati, pedihnya tak terukur nalar.
​
Pedih dan sedih meledak hebat di sanubari
Menghantam dada, merobek sisa-sisa harga diri
Wahai Ibu Pertiwi, di mana gerangan kau sembunyi?
Kami butuh gelombang pengaman, dekapan yang abadi.
​
Mentari merangkak malas menuju ufuk barat
Membawa senyum getir di antara luka yang berkarat
Semburat jingganya tak lagi terasa hangat
Hanya pengingat bahwa waktu kian sekarat.
​
Gelondongan pohon misteri di tepi tubir
Sisa-sisa hutan yang tumbang, dipaksa menyingkir
Berserak ke sana kemari, terbawa arus banjir
Menjadi saksi bisu atas alam yang kian kikir.
​
Tanah yang dulu ramah kini menjadi amuk
Menelan apa saja dengan sekali teguk
Kita hanya bisa bersimpuh dan membungkuk
Di hadapan takdir yang datang mengetuk.
​
Duhai Belas Kasih, Sang Pemilik Semesta
Bangkitkan kembali ruh kami yang mati rasa
Jangan biarkan kami larut dalam nista
Di tengah bencana yang tak kunjung reda.
​
Tiupkan kembali semangat ke dalam nadi
Agar kami mampu berdiri di atas kaki sendiri
Membangun puing dari reruntuhan yang abadi
Meski luka ini takkan pernah benar-benar mati.
​
Biar kami kembali belajar untuk tersenyum
Walau rasanya sepahit empedu di dalam kerongkongan
Sebab hidup harus terus berjalan dalam pengabdian
Hingga fajar baru menghapus segala kenangan pahit.

 

———————————

 

ShareTweetSend
Next Post
Refleksi Akhir Tahun 2025 Penegakan Hukum, Masih Sebatas “Lips Service” bahwa Hukum Subordinat Terhadap Kekuasaan

Refleksi Akhir Tahun 2025 Penegakan Hukum, Masih Sebatas “Lips Service” bahwa Hukum Subordinat Terhadap Kekuasaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Dari ‘Iqra’ ke Kosmologi: Membaca Ulang Pengetahuan, dan Kekuasaan dalam Tafsir Surah al-‘Alaq

Catatan Kecil atas Reformasi 1998 – Strategi Gattopardo, Berubah agar Segalanya Tetap Sama!

9 bulan ago
Labuan Bajo Dipromosikan dalam International Fair of Tourism Serbia

Labuan Bajo Dipromosikan dalam International Fair of Tourism Serbia

6 tahun ago

Popular News

    Newsletter

    Beranda Negeri

    Anda bisa berlangganan Artikel Kami di sini.
    SUBSCRIBE

    Category

    • BERITA
    • BIOGRAFI
    • BUMI MANUSIA
    • Featured
    • JADWAL
    • JELAJAH
    • KOLOM KHUSUS
    • LENSA
    • OPINI
    • PAPALELE ONLINE
    • PUISI
    • PUSTAKA
    • SASTRA
    • TEROPONG
    • UMUM

    Site Links

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org

    About Us

    Beranda sebagai suatu tempat para penghuni rumah untuk duduk melepas lelah, bercerita dengan anggota keluarga ataupun tamu dan saudara. Karena itu pula media Baranda Negeri merupakan tempat bercerita kita dan siapa saja yang berkesempatan berkunjung ke website ini.

    • Redaksi & Kontak
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • BERITA
    • JELAJAH
    • BUMI MANUSIA
    • BIOGRAFI
    • OPINI
    • KOLOM
    • SASTRA
    • Lainnya
      • TEROPONG
      • PUSTAKA
      • PAPALELE ONLINE
      • LENSA
      • JADWAL

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In