Berawal dari Facebook, Ratusan Orang Akhirnya Turun Tanam Mangrove

Suasana Hutan Bakau, sisi Tenggara  Bandara Wunopito Lewoleba, Kabupaten Lembata, Minggu pagi, 27/8/2017 berbeda dari biasanya. Lokasi yang sebelumnya jarang dikunjungi, tiba-tiba ramai. Lebih dari seratus orang relawan tampak berkumpul.

Bukan sekedar hadir untuk rekreasi sebagaimana yang sering dilakukan pada hari libur. Ratusan orang dari kelompok berbeda ini datang untuk menanam bakau.

Inisiator kegiatan Elias Kaluli Making, yang dihubungi JurnalTimur dari Jakarta ke Lewoleba melalui kontak telepon, Rabu (06/09/2017) menjelaskan, aksi tanam bakau merupakan perwujudan semangat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke 72 tahun.

“Gerakan ini kami namai Gerakan Tanam Seribu Bakau Untuk Lembata. Ide gerakannya muncul dari diskusi di Medsos. Dan kami bersepakat untuk melakukan aksi nyata dalam rangka peringatan HUT RI yang ke 72 tahun. Pilihan kami adalah tanam bakau,” ujarnya.

Dia menuturkan, sejak kesepakatan bersama rekan-rekan facebooknya, pria yang akrab disapa Yogi Making itu, melakukan konsolidasi ke berbagai pihak. Tak disangka, konsolidasi gagasan mendapat dukungan dari banyak pihak. Ada yang siap membantu anakan mangrove, ada yang berinisiatif menyumbang biaya angkut, air kemasan, bahkan ada pula yang menyanggupi untuk menyiapkan panganan lokal agar di konsumsi bersama saat aksi tanam mangrove berlangsung.

Menariknya, relawan yang datang, baik dalam kelompok maupun kehadiran secara individu banyak diantaranya tidak saling kenal. Yogi mengatakan, keakraban diantara mereka terjadi secara spontan ketika kegiatan berlangsung.

Ditambahkannya lagi, untuk kepentingan pengawasan dan perawatan terhadap ratusan mangrove yang mereka tanam, para relawan sudah bertekad untuk setiap aksi penanaman selalu melibatkan sekolah, baik tingkat SMP maupun SMA.

“Jadi untuk lokasi yang baru kami tanami ini, akan dijaga dan dirawat oleh pihak SMA PGRI Lewoleba. Disamping itu kami sengaja mengajak pihak sekolah, sehingga lokasi mangrove ini bisa menjadi sarana belajar, terutama menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan,” pungkas Elias. (Ben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here