Saleh Husin Bacakan Puisi Karya Taufik Ismail dalam Acara “Puisi demi Kemerdekaan”

Ket. Foto: Saleh Husin

Jakarta, berandanegeri.com. Kalangan civitas academica dan alumni Universitas Indonesia (UI) menggelar acara “Puisi Demi Kemerdekaan” dalam rangkaian memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia yang telah berusia 75 tahun secara virtual pada Sabtu (22/8/2020).

Pada acara yang digagas Guru Besar Teknik Komputer di Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik UI Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari MM. MSc bersama teman teman ini, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA UI) Saleh Husin tampil secara bergantian dengan Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, Ph.D, Ketua Senat Akademi UI Prof Nachrowi Djalal , Ketua Dewan Guru Besar UI Prof Harkristuti Harkrisnowo dan para dekan serta para profesor di lingkungan UI.

Saleh Husin membacakan puisi karya Taufik Ismail berjudul “Kerendahan Hati”, sedang Rektor UI Prof Ari Kuncoro membacakan puisi karya Chairil Anwar yang berjudul “Diponegoro”. Sementara Prof Riri Fitri Sari sendiri membacakan puisi berjudul ” Cerita Buat Dien Tamaela” karya Chairil Anwar.

Prof Riri mengatakan, Kemerdekaan Indonesia yang telah berusia 75 tahun pada 17 Agustus 2020 patut disyukuri, dihayati, dan direfleksikan. Melalui pembacaan goresan pena para penyair, para pembaca puisi menyuarakan syukur, penghayatan, dan juga pemaknaan atas usia kemerdekaan ini.

Acara “Puisi Demi Kemerdekaan” ini sebenarnya berawal dari suatu kegiatan untuk mengenang Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono, tokoh sastrawan Indonesia, dengan membacakan puisi-puisi karya almarhum secara virtual melalui zoom pada tanggal 25 Juli 2020.

Dari acara itu lahirlah gagasan untuk membentuk Poetry Reading Society of Indonesia. Pembacaan puisi secara virtual, di tengah pandemi corona itu, ternyata memberi kesan mendalam bagi para pembaca dan audiens, sehingga disepakati untuk dilanjutkan pada kesempatan lain.

Para pembaca puisi merupakan civitas academica dan alumni UI. Kepesertaan pembaca puisi bersifat terbuka dan sukarela. Diharapkan kegiatan ini menjadi ajang pertemuan dan apresiasi sastra Indonesia yang unik dan prestise, karena telah diawali oleh 26 Guru Besar dan Akademisi UI yang kesehariannya sangat sibuk, namun ternyata memiliki waktu hening yang menjelma menjadi kemampuan menikmati kata-kata.

Kegiatan olah rasa dan seni dari civitas academica UI ini diadakansecara regular pada hari Sabtu minggu ketiga setiap bulan, pukul 14.00—17.00 WIB, dengan tema yang berbeda.

Momen merayakan Hari Jadi Negara Republik Indonesia pada 17 Agustus tahun 2020 ini disepakati sebagai ajang pertemuan yang ke-2, secara virtual, untuk membacakan puisi-puisi bertema kemerdekaan.

Pada acara “Puisi Demi Kemerdekaan” ini sebagian besar pembaca puisi memilih puisi karya penyair kenamaan Indonesia: Taufiq Ismail, Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus), W.S. Rendra, Sutardji Calzoum Bachri, Toto Sudarto Bachtiar, Asrul Sani, Usmar Ismail, Sitor Situmorang, Sukanto S.A., Rayhandi, Joko Pinurbo dan Douglas Malloch. Beberapa yang lain membacakan puisi hasil renungannya sendiri tentang kemerdekaan.

Ada pula yang membacakan lagu terkenal karya: H. Mutahar, Ismail Marzuki, dan Rossa. Juga ada yang membacakan mini prosa atau cerpen.

Diharapkan Zoom Poetry Reading ini menjadi salah satu bentuk ungkapan cinta tanah air dan penghormatan yang luhur kepada para pahlawan bangsa yang telah berkorban demi terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini. Juga penghormatan dan apresiasi kepada para penyair Indonesia yang telah menggoreskan cerita tentang perjalanan kemerdekaan ini dari masa ke masa.

“Mengutip ungkapan mantan Rektor UI dan Mendiknas, almarhum Prof. Fuad Hassan, “Panji-Panji Ilmu dan Seni Berkibar di Almamater Ini”, semoga semangat merenung, menulis, dan mengekspresikan pikiran melalui karya sastra ini menyebar ke seluruh nusantara, ” kata Prof Riri. * (AD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here