Klarifikasi Pendeta Ibrahim Assa Jemaat GPDI Maumere terkait Penemuan Telur Berwarna yang Menggegerkan Warga Sikka

Pendeta Ibrahim Assa Bersama Kelarga dan Bpk. Diminikus Dion

Maumere Berandanegeri.com. – Pendeta Ibrahim Assa Jemaat GPDI Maumere bersama keluarga akhirnya datang menemui bapak Dominikus Dion dan warga dusun Bolawolon Desa Tanaduen untuk memberikan klarifikasi  mengenai penemuan 7 butir telur berwarna diarea pantai Bolawolon yang sempat viral dan menggegerkan warga Bolawolon Desa Tanaduen Kecamatan Kangae pada Selasa 6 April 2021 lalu.

Saya ingin menjelaskan kronologi sampai ada telur berwarna di area pantai Bolawolon,”ungkap Pdt Ibrahim Assa,Senin(12/4).

 Kami dari jemaat Gereja Pentekosta Di Indonesia Maumere yang beralamat dijalan Diponegoro Kelurahan Kota Uneng menyelenggarakan ibadah Paskah,Minggu,4 April 2021  dan dilanjutkan dengan Sakramen Baptisan pada pukul 13.00 wita di pantai Bolawolon.

Sebenarnya kegiatan ini rencana awalnya di pantai Pintu Air Wailiti namun ada jemaat yang mengusulkan tempat yang baru dan merekomendasikan di pantai Bolawolon.

Hadir waktu itu kurang lebih 30 orang jemaat.Saat itu kami membawa makanan sekalian untuk berekreasi menikmati pantai Bolawolon.

Setelah selesai kegiatan  sakramen baptisan dilanjutkan dengan acara anak-anak Sekolah Minggu (Sekami) bersama guru-guru Sekami. Karena guru Sekami sudah menyiapkan satu permainan untuk mencari telur Paskah.

 Saat saya sedang melaksanakan prosesi sakramen baptisan,guru-guru Sekami sudah menyembunyikan telur Paskah yang sudah diwarnai tersebut dilokasi yang tidak diketahui anak-anak. Telur yang dibawa sudah direbus. Telur paskah tersebut sebanyak 29 butir. Yang disembunyikan sebanyak 24 butir.Sementara 5 butir sudah dimakan.

 Setelah selesai sakramen pembaptisan cuaca memburuk,angin semakin kencang,hujan dan gelombang laut. Sehingga kami sepakati untuk tidak dilanjutkan pencarian telur Paskah. Dan kami sepakati untuk pulang.

Waktu bersiap-siap pulang ternyata guru-guru Sekami lupa. Jadi telur Paskah yang disembunyikan di bawah pohon dan dirumput-rumput sudah tidak sempat diambil lagi.

Kami pikir tidak ada masalah. Semuanya aman-aman saja. Karena memang kita tidak berpikir sampai menjadi sesuatu yang diviralkan.

 Jadi saya kaget melihat postingan hari Minggu lalu. Ada video yang merekam bapak Dominikus Dion dengan beberapa telur yang dikumpulkan satu tempat. Dan saat itu juga saya menghubungi guru-guru Sekami dan mereka mengakui telur Paskah yang diwarnai itu milik sekami Gereja Pentekosta DiIndonesia Maumere.

Saya perlu meluruskan supaya tidak ada yang berpikir aneh-aneh. Kami minta maaf atas kejadian ini. Kegiatan kami ini tidak ada unsur sengaja. Atau maksud tertentu.

Pdt Ibrahim Assa mengakui kegiatan seperti ini sudah setiap tahun kami lakukan dari melukis telur Paskah sampai mencari telur Paskah.

Setelah itu  7 butir telur berwarna itupun dipecahakan dan dibuang kelaut oleh salah satu jemaat GPDI yang turut hadir dilokasi tersebut. (Atic)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here