• Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
Kamis, Februari 19, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Beranda Negeri
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
No Result
View All Result
Beranda Negeri
No Result
View All Result
Home PUSTAKA

Asmariah Supriyadi, Pegiat Literasi :  Cerdaskan Anak Bangsa dan Berantas Buta Huruf Dengan Menjamin Ketersediaan Bahan Bacaan

by Redaksi
Maret 5, 2024
in PUSTAKA
0
Asmariah Supriyadi, Pegiat Literasi :  Cerdaskan Anak Bangsa dan Berantas Buta Huruf Dengan Menjamin Ketersediaan Bahan Bacaan

Asmariah Supriyadi, asal Serang Banten tetapi bermukim di Kota Yogjakarta ini selain dikenal sebagai tokoh perempuan penggerak literasi, juga seorang penyair produktif yang sering juga tampil baca puisi di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.(Foto : Dok/Lasman Simanjuntak)

0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

 

“Alhamdulillah proses demokrasi Pemilu  2024 yang telah dijalani rakyat Indonesia berjalan dengan lancar dan sukses. Bagi kami, siapapun presidennya tetap kami dukung , terpenting support dan dukung penuh dari pemerintah akan kegiatan dunia literasi di Indonesia,” ujar Asmariah Supriyadi, Pegiat Literasi Indonesia yang juga seorang Penyair Perempuan Indonesia (PPI) dari Kota Yogjakarta dalam wawancara khusus  di Jakarta, Jumat (1/3/2024).

 Terlebih kami -perpanjangan dari pemerintah- sifatnya membantu dalam mencerdaskan anak bangsa serta memberantas buta huruf dengan menjamin ketersediaan sumber bahan bacaan yang layak baca.

Menurutnya gagasan Free Cargo Literacy (FCL) diserukan dan disetujui Presiden RI, Joko Widodo.

“Semoga bisa dilanjutkan oleh presiden terpilih dan sekaligus dibuatkan payung hukumnya,” pinta penyair wanita-berwajah manis dan murah senyum ini -yang karya puisinya telah diterbitkan lebih dari 100 buku antologi puisi bersama penyair seluruh Indonesia.

Sementara itu memperingati hari Buku Nasional Asmariah Supriyadi mengatakan ada beberapa hal yang penting dan perlu disampaikan yakni  tingginya minat baca rakyat Indonesia yang terhambat oleh akses bacaan bermutu.

“Sejak dahulu mungkin sebelum tahun 2016, telah mengundang kepedulian sekelompok masyarakat untuk membantu mengatasinya dengan cara melakukan kerja sama pengiriman buku dengan biaya seminimal mungkin, bahkan gratis jika perlu,” ucap Founder sekaligus Ketua Taman Baca Temon Yogja.

Seperti telah dilakukan sejumlah pengusaha kargo, antara lain Aziz, Direktur Cargonesia Utama Trans yang menggratiskan pengiriman buku ke wilayah manapun, khususnya yang memiliki pelabuhan kargo di Pulau Sulawesi dan Papua .

Kemudian  Keri Sui Malau yang menggratiskan pengiriman buku sepanjang jalur yang dilewati  armada kargo-nya di Pulau Sumatera dan Jawa.

Selain itu juga kelompok relawan penggiat literasi seperti ONE (Our Nation’s Education) yang dibantu sebuah perusahaan farmasi dengan jaringan distribusi yang luas, sampai mencapai  1001 buku, serta yang melakukan pengiriman buku dengan menanggung biaya sendiri.

 

Menerima Paket Buku

Mengingat perlunya pemecahan yang relatif menyeluruh  atas problem akses-agar semua warga bisa berpartisipasi dan mengambil manfaat- agar setiap orang yang memenuhi syarat dapat mengirim dan menerima paket buku di wilayah mana pun di  Indonesia.

“Maka pada tanggal 20 Mei 2017 dilakukan pengiriman pertama kali Free Cargo Literacy melalui PT. Pos Indonesia. Dimana selanjutnya akses mengirim bahan bacaan ke wilayah yang sulit dijangkau ini dibuat menjadi lebih mudah yakni setiap tanggal 17, semua orang bisa mengirim buku donasi secara gratis tanpa membayar ongkos kirim sepeser pun, dengan mengirimkannya langsung ke kantor pos pusat,” kilahnya.

Namun, lanjutnya, gerakan pengiriman buku gratis tiap tanggal 17 yang disambut gembira oleh semua lapisan masyarakat ini dan ditahbiskan sebagai “Hari Raya Pustaka”, mulai tersendat pada bulan Oktober 2018.

Hal ini dikarenakan PT. Pos Indonesia selaku pelaksana pengirim buku belum mendapat kejelasan berupa legalitas formal maupun pembagian beban pengiriman yang telah dilakukan.

Untuk merespon hal ini maka Kemdikbud melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, pada tanggal 23 Januari 2019, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT. Pos Indonesia.

Melalui PKS ini, maka urusan pendanaan dan mekanisme pembiayaan program Free Cargo Literacy menjadi tanggung jawab Kemdikbud.

Pada bulan Februari 2019, diperoleh kabar bahwa mekanisme pengiriman buku donasi akan mengalami perubahan dari yang biasanya dilakukan.

Dimana hal ini selanjutnya menjadi keprihatinan kita bersama, dengan terbitnya Surat Edaran dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa No. 0009/G/BS/2019 tentang Program Pengiriman Buku dalam Pelaksanaan Gerakan Literasi Nasional, yang diperkuat dengan Surat Edaran dari Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan No. 3381/G1/TU/2019 tanggal 2 April 2019, justru menghambat dan mempersulit akses masyarakat untuk melakukan pengiriman buku donasi.

Menurut Mbak Asma-panggilan akrabnya-mekanisme pengiriman buku donasi dari masyarakat-yang semula mudah- kini menjadi rumit.

Jika sebelumnya donatur buku dapat mengemas dan mengirim buku langsung ke kantor pos, kini mereka diwajibkan datang ke salah satu dari 32 Satker Kemdikbud yang telah ditunjuk untuk menerima buku donasi.

Selanjutnya, Satker Kemdikbud -lah yang akan menentukan dan mengirim ke alamat tujuan, dimana alamat tujuan itupun dibatasi hanya dalam 1 provinsi dan yang sudah terdaftar di aplikasi Donasi Buku daring Kemdikbud.

Atas perubahan mekanisme tersebut, maka “Hari Raya Pustaka” yang biasanya dirayakan secara meriah tiap tanggal 17 dengan saling berbagi buku, menjadi tak bermakna. Kini masyarakat harus kembali dihadapkan pada kesulitan akses akan bahan bacaan.

“Para donatur buku, relawan dan penggiat literasi, harus kembali mengeluarkan biaya lebih untuk melanjutkan gerakan donasi buku jika tak mau repot dengan mekanisme yang telah diatur Kemdikbud. Kita semua kembali ke titik awal sebelum gagasan Free Cargo Literacy diserukan dan disetujui Presiden RI, Joko Widodo,” pungkas ibu satu anak ini.

 

*Asmariah Supriyadi

Kontak  : 087839765352 (WA)

Email   : asmariah592@gmail.com

Facebook   : Asmariah Supriyadi

Instagram  : Asmariah Supriyadi.

 

 

Asmariah  Supriyadi, salah satu tokoh wanita pegiat literasi di

Indonesia yang juga adalah Founder dan

Ketua Taman Baca Temon Sleman Yogya.

(Foto : Ist/Lasman Simanjuntak

 

Kontributor : Lasman Simanjun

ShareTweetSend
Next Post
Melacak Akar dari Krisis Beras

Melacak Akar dari Krisis Beras

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Josef Bataona dan Panggilan Tanggung Jawab terhadap Orang Lain

Josef Bataona dan Panggilan Tanggung Jawab terhadap Orang Lain

5 tahun ago
Cagar Budaya Bercerita Pada Kita

Cagar Budaya Bercerita Pada Kita

6 tahun ago

Popular News

    Newsletter

    Beranda Negeri

    Anda bisa berlangganan Artikel Kami di sini.
    SUBSCRIBE

    Category

    • BERITA
    • BIOGRAFI
    • BUMI MANUSIA
    • Featured
    • JADWAL
    • JELAJAH
    • KOLOM KHUSUS
    • LENSA
    • OPINI
    • PAPALELE ONLINE
    • PUISI
    • PUSTAKA
    • SASTRA
    • TEROPONG
    • UMUM

    Site Links

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org

    About Us

    Beranda sebagai suatu tempat para penghuni rumah untuk duduk melepas lelah, bercerita dengan anggota keluarga ataupun tamu dan saudara. Karena itu pula media Baranda Negeri merupakan tempat bercerita kita dan siapa saja yang berkesempatan berkunjung ke website ini.

    • Redaksi & Kontak
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • BERITA
    • JELAJAH
    • BUMI MANUSIA
    • BIOGRAFI
    • OPINI
    • KOLOM
    • SASTRA
    • Lainnya
      • TEROPONG
      • PUSTAKA
      • PAPALELE ONLINE
      • LENSA
      • JADWAL

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In