Di sudut kelas yang tenang
Seorang guru duduk dengan terang
la bukan hanya pengajar huruf ataupun angka
Tapi penjaga bara di dada anak bangsa
Setiap kata yang keluar dari lisannya, adalah warisan
Matanya yang masih tajam menembus awan
Menatap generasi yang datang dan pergi
Dengan senyum lembut dan hati yang berseri
Ia tahu, masa muda telah menjauh
Tapi cintanya pada ilmu tak pernah surut mengeluh
Ia melangkah maju tanpa mundur
Sebab di dadanya, tugas mulia masih bergetar
Wahai guruku
Engkau mentari di ufuk yang tak pernah mati
Kau ajarkan kami lebih dari sekadar tahu
Tapi juga menjadi manusia yang utuh dan penuh
Sumber Puisi dari Buku Puisi Hidup Itu Anugerah, Julia Utami dkk, Kosa Kata Kita, 20025
———————

METTA CAROLINE LIU adalah seorang siswi kelas 8 SMP Santa Ursula Jakarta. Ia lahir pada tanggal 6 Juni 2011. Salah satu kegiatan yang paling disenanginya adalah berkumpul bersama keluarga. Bagi Metta, momen-momen bersama orang-orang terdekat merupakan waktu yang paling berharga dan selalu membuatnya merasa bahagia dan hangat





Saya terharu membaca puisi ini, terasa sekali kedalaman makna dan pesan yang ingin disampaikan penulis kepada gurunya. Pilihan diksi dan rima yang digunakan sangat indah, mampu menggambarkan sosok “guru” dengan sangat baik. Karya ini sangat menginspirasi, semoga bisa menjadi ragi penyemangat bagi gurunya dalam berkarya, dan ragi inspirasi bagi masyarakat, dan menyebar kepada para guru di seluruh Indonesia.”
Puisi ini sangat menyentuh hati, penuh dengan rasa hormat dan terima kasih serta penghargaan atas jasa gurunya.
Diksi yang di pilih sangat indah, sehingga mampu menggambarkan peran guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa bagi penulis. Luar biasa!