• Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Beranda Negeri
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
No Result
View All Result
Beranda Negeri
No Result
View All Result
Home OPINI

“Aloka” Simbol Perdamian, Perjalanan Panjang Para Biksu dari Texas ke Washington DC

by Redaksi
Januari 11, 2026
in OPINI
0
Peranan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Kasus Nicolas Maduro, Dipertanyakan
0
SHARES
92
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

 

Oleh  Agus  Widjajanto

 

Aloka adalah nama seekor anjing yang mengalami kecelakaan dan dirawat oleh seorang biksu Budha, yang lalu mengadopsinya diberikan kasih sayang dan di ajak keliling dunia, dengan cara berjalan kaki, menyuarakan Perdamaian Dunia (Walk for  Peace) . Aloka menjadi viral dan tranding di dunia maya, setelah berjalan bersama sembilan belas biksu Budha berjalan kaki untuk Perdamaian (Walk for Peace) dari kota Texas menuju Washington D.C. pada 26 Oktober 2025.

Para biksu Budha bersama Aloka, anjing kesayangan biksu berjalan setiap hari rata rata 20 hingga 30 mil  dengan tujuan mempromosikan perdamaian dan kasih sayang serta welas asih atas sesama dan alam semesta. Aloka, anjing yang ikut berjalan kaki menjadi simbol kesetiaan bagi dunia dalam memberikan introspeksi kepada kita semua, agar diri kita lebih mempunyai rasa kesetiaan dan kasih welas asih kepada sesama dan alam semesta.

Harusnya para pemimpin dunia memang harus mendahulukan rasa kemanusiaan dan kesadaran bahwa kita semua hidup di planet bumi yang sama, di bawah langit yang sama. Gerakan perdamaian yang dilakukan para biksu Buddha dari Texas ke Washington DC, Amerika Serikat, dengan membawa anjing Aloka sebagai simbol perdamaian, adalah contoh yang sangat inspiratif.

Perjalanan kaki yang panjang dan melelahkan itu menunjukkan komitmen dan dedikasi para biksu untuk menyebarkan pesan perdamaian dan harmoni. Anjing Aloka menjadi simbol yang kuat untuk perdamaian, karena anjing dikenal sebagai hewan yang setia, lembut, dan penuh kasih sayang.

Jika para pemimpin dunia dapat mengikuti contoh para biksu Buddha ini, maka dunia akan menjadi tempat yang lebih damai dan harmonis. Kita semua harus bekerja sama untuk menciptakan dunia yang lebih baik, di mana setiap individu dapat hidup dengan damai, aman, dan sejahtera.

Anjing memang dikenal sebagai hewan yang sangat cerdas dan setia. Mereka memiliki kemampuan untuk memahami dan mengikuti perintah, serta memiliki loyalitas yang sangat tinggi kepada pemiliknya.

Anjing juga memiliki kemampuan untuk merasakan emosi dan kebutuhan manusia, sehingga mereka sering digunakan sebagai terapi untuk membantu orang-orang yang mengalami kesulitan emosional atau fisik.

Kecerdasan dan kesetiaan anjing membuat mereka menjadi hewan yang sangat populer sebagai teman dan sahabat manusia. Mereka juga sering digunakan dalam berbagai kegiatan, seperti pencarian dan pengejaran, kepolisian, dan bahkan sebagai asisten bagi orang-orang dengan kebutuhan khusus. Anjing memang hewan yang luar biasa, dan kita semua dapat belajar banyak dari sifat-sifat mereka yang positif

Kisah Ashabul Kahfi dalam Alquran (Surah Al-Kahfi, ayat 9-26) memang menceritakan tentang sekelompok pemuda yang bersembunyi di dalam gua bersama dengan anjing mereka, dan mereka tertidur selama 300 tahun.

Kisah ini menunjukkan bahwa anjing adalah hewan yang sangat setia kepada tuannya, karena anjing tersebut tetap setia menjaga dan menemani Ashabul Kahfi selama mereka tertidur di dalam gua.

Dalam Alquran, Allah SWT juga menyebutkan bahwa anjing tersebut adalah contoh kesetiaan dan ketaatan kepada tuannya (Surah Al-Kahfi, ayat 18). Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang pentingnya kesetiaan dan ketaatan, serta menunjukkan bahwa anjing adalah hewan yang sangat setia dan dapat dipercaya.

Kisah Ashabul Kahfi dan anjingnya juga menjadi salah satu contoh tentang bagaimana Allah SWT dapat melakukan hal-hal yang luar biasa dan ajaib, serta menunjukkan kekuasaan-Nya atas segala sesuatu.

Kisah Ashabul Kahfi dan anjingnya memang menjadi contoh yang sangat baik tentang pentingnya kesetiaan dalam hidup. Manusia dapat belajar dari kesetiaan anjing tersebut dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kesetiaan adalah salah satu nilai yang paling penting dalam hidup, karena dapat membantu kita membangun hubungan yang kuat dan langgeng dengan orang lain, serta meningkatkan kepercayaan diri dan integritas kita.

Dengan memiliki kesetiaan, kita dapat menjadi lebih dapat dipercaya, lebih setia kepada tujuan dan nilai-nilai kita, serta lebih mampu menghadapi tantangan dan kesulitan dalam hidup.

Kisah Ashabul Kahfi dan anjingnya memang menjadi pengingatan bagi kita bahwa kesetiaan adalah hal yang sangat penting, dan bahwa kita harus berusaha untuk menjadi lebih setia dalam hidup kita.

Para biksu budha mengajarkan tindakan kemanusiaan yang penuh kasih saying, dimana menjurus kepada Ajaran Sanatha Dharma.

Tindakan Sanatha Dharma adalah tindakan yang dilakukan dengan niat baik, tulus, dan tanpa pamrih, untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan masyarakat. Sanatha Dharma adalah konsep dalam agama Hindu yang berarti “pelayanan yang sejati” atau “kewajiban suci”.

 

Tindakan Sanatha Dharma dapat berupa:

– Membantu orang lain yang membutuhkan

– Berbagi pengetahuan dan pengalaman

– Memberikan dukungan dan motivasi

– Melakukan pekerjaan sosial dan kemanusiaan

– Menghormati dan melayani orang lain dengan tulus

 

Tujuan dari tindakan Sanatha Dharma adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempromosikan harmoni dan kedamaian, serta mencapai kesempurnaan spiritual.

Banyak kasus justru pada diri manusia kerap terjadi kesetiaan adalah harta paling mahal dan jarang dilakukan oleh manusia yang merupakan mahluk yang paling utama di muka bumi dan  diciptakan sebagai pemimpin alam semesta yang dikaruniai hati dan kecerdasan pikiran serta kemampuan beradaptasi serta pengendalian diri secara emosional, namun banyak kasus justru kalah dengan seekor anjing yang kesetiaannya adalah mutlak bagi tuannya yang telah memberikan makan dan tempat tinggal. Hal ini seharusnya kita sadar bahwa kita sebagai manusia secara akhlag lebih baik dari pada hewan, karena dibekali iman dan ajaran agama apapun agamanya, yang bisa dijadikan introspeksi diri bagi kita bersama.

Apabila timbul kesadaran kolektif maka tidak akan timbul peperangan di dunia, namun kerap kepentingan politik, dalam perebutan dominasi baik kekuasaan dunia maupun sumber daya alam, kepentingan politik mengalahkan pola pikir rasional sekalipun dan mematikan hati nurani dan kesetiaan serta kasih sayang sebagai mahluk sosial.

 

 

Penulis adalah pemerhati sosial budaya

 

 

ShareTweetSend
Next Post
Dinamika Sosial – Politik Masyarakat Sipil di Indonesia (Telaah Kajian Sosiologi Kekuasaan)

Mengembalikan Humanisme dan Intelektualisme Perguruan Tinggi di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Dari Pengasingan ke Ingatan: Jejak Luka Sejarah dalam Novel “Pulang” Karya Leila S. Chudori

Dari Pengasingan ke Ingatan: Jejak Luka Sejarah dalam Novel “Pulang” Karya Leila S. Chudori

3 minggu ago

Sepotong Hati di Angkringan

2 tahun ago

Popular News

    Newsletter

    Beranda Negeri

    Anda bisa berlangganan Artikel Kami di sini.
    SUBSCRIBE

    Category

    • BERITA
    • BIOGRAFI
    • BUMI MANUSIA
    • Featured
    • JADWAL
    • JELAJAH
    • KOLOM KHUSUS
    • LENSA
    • OPINI
    • PAPALELE ONLINE
    • PUISI
    • PUSTAKA
    • SASTRA
    • TEROPONG
    • UMUM

    Site Links

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org

    About Us

    Beranda sebagai suatu tempat para penghuni rumah untuk duduk melepas lelah, bercerita dengan anggota keluarga ataupun tamu dan saudara. Karena itu pula media Baranda Negeri merupakan tempat bercerita kita dan siapa saja yang berkesempatan berkunjung ke website ini.

    • Redaksi & Kontak
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • BERITA
    • JELAJAH
    • BUMI MANUSIA
    • BIOGRAFI
    • OPINI
    • KOLOM
    • SASTRA
    • Lainnya
      • TEROPONG
      • PUSTAKA
      • PAPALELE ONLINE
      • LENSA
      • JADWAL

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In