• Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Beranda Negeri
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
No Result
View All Result
Beranda Negeri
No Result
View All Result
Home OPINI

Mengembalikan Humanisme dan Intelektualisme Perguruan Tinggi di Indonesia

by Redaksi
Januari 12, 2026
in OPINI
0
Dinamika Sosial – Politik Masyarakat Sipil di Indonesia (Telaah Kajian Sosiologi Kekuasaan)
0
SHARES
65
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

 

Oleh  Gratia Wing Artha, Pengajar Muda Prodi Sosiologi FISIP Universitas  Nasional,  Jakarta

 

Pada  tanggal, 8 Januari 2026   kami tiga orang pembelajar dari kelas proletar, yaitu Herdi Sahrasad, Joko Arizal dan Gratia Wing Artha berdiskusi di kampus FISIP UI yang banyak melahirkan para aktivis dan tokoh nasional. Dalam diskusi tersebut kami bertukar pikiran dengan dua Profesor Ilmu Sosial ternama yang mempunyai semangat  dan gagasan besar tentang humanisme dan intelektualisme sebagai pilar perguruan tinggi di Indonesia untuk melangkah maju. Kedua profesor progresif tersebut ialah Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto M.Si Guru Besar Anrtopologi UI dan mantan Dekan FISIP UI dan Prof. Dr, Adlin Sila Ph.D Ahli Anntropologi dan Sosiologi. Dari Prof. Semiarto Aji Purwanto dan Prof. Adlin  Sila, kami memahami bahwa perguruan tinggi di Indonesia telah kehilangan semangat intelektualitas dan kemanusiaan, ditambah lagi dengan perguruan tinggi di Indonesia sudah menjadi “Pabrik Gelar” yang mencetak banyak kelompok terdidik, tetapi kurang dapat berperan aktif secara sosial di masyarakat.

Kegelisahan yang sama diungkapkan oleh Herdi Sahrasad yang sebelumnya merupakan seorang jurnalis dan pegiat LSM yang beralih menjadi akademisi di Universitas Paramadina Jakarta. Sebagai seorang akademisi cum aktivis Herdi melihat dunia perguruan tinggi bukan lagi menjadi arena intelektualisme tumbuh dan berkembang. Generasi mahasiswa sekarang menjadi terisolasi dari peran-peran sosial yang dahulu menjadi mandat bagi para mahasiswa. Selain itu, Herdi memandang bahwa perguruan tinggi di Indonesia menjadi sangat birokratis dan bertransformasi menjadi semacam “perusahaan”. Dalam pengamatan Herdi perguruan tinggi semakin kehilangan peran sosial sebagai intitusi yang mendorong transformasi sosial di masyarakat.

Pemikiran Herdi dikuatkan dengan pengalaman Joko Arizal dan Gratia Wing Artha, yang sebagai akademisi muda  memandang  bahwa peguruan tinggi di Indonesia menjadi arena kontestasi ekonomi dan politik. Sehingga perguruan tinggi hanya mencetak pekerja yang kompetitif, tetapi kurang memiliki kepekaan sosial akan kondisi sosial di masyarakat. Padahal tujuan perguruan tinggi didirikan bukan hanya mencetak generasi yang progresif secara intelektualitas dan punya semangat berkompetisi. Tujuan utama dari didirikannya perguruan tinggi ialah untuk membangun peradaban manusia dan menjadikan tidak kehilangan “naluri kemanusiaannya”.

Dari pertemuan ini, kami memperoleh kesimpulan bahwa diperlukan upaya untuk mengembalikan marwah perguruan tinggi di Indonesia sebagai intitusi yang terikat dengan masyarakat. Tanpa adanya keterikatan fungsi dan peran sosial dalam masyarakat perguruan tinggi hanya akan menjadi “ Menara Gading”. Sepatutnya perguruan tinggi di Indonesia harus bertransformasi menjadi “Menara Api” yang membersamai masyarakat membangun peradaban yang lebih baik berasaskan intelektualisme dan kemanusiaan yang adil-beradab.

 

——————–

 

ShareTweetSend
Next Post
Sosialisasi dan Tempos Delik atas Berlakunya KUHP dan KUHAP Terbaru pada tgl 2 Januari 2026

Fenomena Munculnya “The Nonis” di USA, dan Pengaruh Global bagi Eksistensi Agama-Agama Besar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

JUAL BUKU : Jalan Damai Menuju Papua Sejahtera

JUAL BUKU : Jalan Damai Menuju Papua Sejahtera

6 tahun ago
Coretan Sang Pelintas Batas

Coretan Sang Pelintas Batas

5 tahun ago

Popular News

    Newsletter

    Beranda Negeri

    Anda bisa berlangganan Artikel Kami di sini.
    SUBSCRIBE

    Category

    • BERITA
    • BIOGRAFI
    • BUMI MANUSIA
    • Featured
    • JADWAL
    • JELAJAH
    • KOLOM KHUSUS
    • LENSA
    • OPINI
    • PAPALELE ONLINE
    • PUISI
    • PUSTAKA
    • SASTRA
    • TEROPONG
    • UMUM

    Site Links

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org

    About Us

    Beranda sebagai suatu tempat para penghuni rumah untuk duduk melepas lelah, bercerita dengan anggota keluarga ataupun tamu dan saudara. Karena itu pula media Baranda Negeri merupakan tempat bercerita kita dan siapa saja yang berkesempatan berkunjung ke website ini.

    • Redaksi & Kontak
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • BERITA
    • JELAJAH
    • BUMI MANUSIA
    • BIOGRAFI
    • OPINI
    • KOLOM
    • SASTRA
    • Lainnya
      • TEROPONG
      • PUSTAKA
      • PAPALELE ONLINE
      • LENSA
      • JADWAL

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In