Oleh RP. Mikhael Molan Keraf CSsR
Pembuka:
Panggilan dari Laut dan Sabda
Ema, Bapa,
Belle, Kaka Ari, Opu Lake,
Nara Kajak Levo Lamalera,
Saudara-saudari terkasih,
Hari ini kita berdiri di ambang waktu baru — Tahun Baru Levo Lamalera;
seperti kaki yang menapak pasir
sebelum perahu — peledang kita ditarik — didorong ke laut.
“Leo” telah dipintal … panno-berkat-nekaro kae …
perahu telah disiapkan … “blobos” sudah dibuka …
layar siap menerima angin …
“Leva” ma’je tite fakahae …
dan bersama dengan para leluhur, narakajak, kide kenuke, levo Lamalera pune tou kae, mari kita hening dan mendengar sabda-Nya:
Hilibe!
Duc in Altum!
⸻
🌊 Dari Tunggul ke Laut: Allah Bekerja dari kemungkinan kecil — yang tersisa.
Nabi Yesaya berkata:
“Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai.”
Bukan dari pohon yang utuh,
melainkan dari tunggul — dari kemungkinan kecil — yang tersisa.
Itulah cara Allah bekerja.
Dan itu bukan sekadar memoriale pasif, bukan sekadar kenangan masa lalu.
Itu pengalaman umat — dan itu pengalaman riil Lamalera.
Bukankah kita sering hidup dari:
👉 laut yang tidak selalu ramah —-> ge tite mari mi, leva na hukku tite
👉 hasil yang tidak selalu cukup; atau yang kita sengaja “lepas” untuk diambil esok
👉 tenaga yang terkuras dan terbatas
👉 tekanan dunia luar yang tidak selalu mengerti kita
Namun Sabda Tuhan hari ini menegaskan:
👉 Allah menumbuhkan masa depan dari kesetiaan yang kecil dan terus dijaga dengan tawakal.
Seperti tunas dari tunggul.
Seperti hidup yang tumbuh dari laut Lamalera yang garang, dan dari tanah Lamalera yang keras berbatu cadas.
⸻
🌊 Dari Kelelahan ke Ketaatan: Titik Balik Iman
Dalam Injil Lukas, Petrus berkata:
“Kami telah bekerja keras semalam suntuk…”
Itu suara nelayan.
Itu suara kita Lamalera.
Dan justru di situlah Yesus datang —
bukan saat kita kuat,
tetapi saat kita lelah.
Bukan saat kita berkelimpahan, tetapi saat kita hanya punya sedikit.
Dan Ia berkata:
👉 “Bertolaklah ke tempat yang dalam!”
Ini panggilan yang mengguncang kita, mengajak Levo Lamalera untuk sigap:
👉 saat lelah → tetap mendayung
👉 saat gagal → tetap percaya
👉 saat takut → tetap melaut
Dan Petrus menjawab:
👉 “Karena Engkau berkata demikian…”
Inilah inti iman kita anak Lamalera:
bekerja sepenuh tenaga,
berserah sepenuh iman.
⸻
(Refrain – dapat dihidupkan bersama umat)
Hilibe! — Dayung lagi!
Duc in Altum! — Masuk lebih dalam! Berlayar lebih jauh!
⸻
🌊 Roh Tuhan: Nafas Kehidupan, Bukan Nafsu Penguasaan
Yesaya berkata: Roh Tuhan adalah roh kebijaksanaan dan pengertian.
Bukan roh keserakahan.
Bukan roh penaklukan.
Dunia hari ini bukan kekurangan ilmu —
tetapi kekurangan Roh.
👉 ilmu tanpa Roh → merusak
👉 ekonomi tanpa Roh → menindas
👉 kemajuan tanpa Roh → mengosongkan manusia
Namun dalam tradisi Lamalera:
- ada batas
- ada hormat
- ada keseimbangan
👉 Itulah Roh yang menjaga kehidupan.
Maka kita berdoa:
Tuhan, jangan ambil Roh-Mu dari kami.
⸻
🌊 Liturgi Kehidupan: Gereja Bagai Bahtera
Saudara-saudari,
Apa yang kita rayakan hari ini adalah liturgi yang hidup:
- tali → persekutuan
- perahu → perjalanan bersama
- dayung → kerja keras
- layar → keterbukaan pada Roh
- laut → misteri kehidupan
- alat tangkap → tanggung jawab, bukan keserakahan
- pesisir → tempat berbagi
- pembagian hasil → keadilan nyata
👉 Seluruh hidup Lamalera adalah altar liturgis.
🌊 Berkat yang Dibagi: Ekonomi Injil
Ketika hasil melimpah,
para murid tidak menyimpan —
mereka memanggil yang lain.
👉 Berkat tidak untuk dimiliki, tetapi dibagikan.
Untuk:
- janda
- yatim
- yang lemah
- yang menunggu di pesisir
Di sini Lamalera memberi kesaksian:
bahwa ekonomi bisa tetap manusiawi.
🌊 Lamalera: Miniatur Dunia yang Diimpikan Tuhan
Nabi Yesaya berkata:
“Serigala akan tinggal bersama domba…
tidak ada yang berbuat jahat di seluruh gunung-Ku yang kudus.”
Ini bukan dongeng.
Ini adalah mimpi Allah tentang dunia.
Dan hari ini kita berani berkata:
👉 Lamalera adalah miniatur dunia yang diimpikan Tuhan.
Apa arti mimpi itu dalam hidup kita?
Tidak ada yang lapar, tidak ada yang ditinggalkan
Hasil laut tidak berhenti di perahu —
ia mengalir ke seluruh kampung.
- janda tidak dilupakan
- yatim tidak ditinggalkan
- yang lemah tidak disisihkan
👉 Lapar satu orang adalah luka seluruh kampung.
Tidak ada yang disingkirkan
Dalam roh Lamalera:
👉 setiap orang punya tempat
👉 setiap hidup punya nilai
Tidak ada yang terlalu kecil untuk dihitung.
⸻
Semua duduk sejajar sebagai saudara
Kita hidup dalam semangat:
koro kaka — koro ari
koro hama hama
👉 tidak ada yang lebih tinggi dalam martabat
👉 tidak ada yang lebih rendah dalam kemanusiaan
Semua bergandengan tangan.
Semua berjalan bersama.
Satu kehidupan yang dibagi bersama
Satu pantai.
Satu blapa lolo.
Satu mata gapu.
Satu kara.
👉 Hidup tidak dimiliki — tetapi dibagikan.
Seruan Profetik
Saudara-saudari,
Ina – Ama,
Kaka Ari,
Jika ini miniatur dunia yang diimpikan Tuhan,
maka kita dipanggil untuk setia:
👉 Jangan biarkan kebersamaan berubah jadi persaingan
👉 Jangan biarkan adat kehilangan jiwa
👉 Jangan biarkan Leva Nuâ dijual demi untung sesaat
Karena jika itu terjadi—
yang hilang bukan hanya tradisi,
tetapi masa depan Lamalera.
Perutusan untuk Dunia
Dunia hari ini sedang krisis:
- banyak makanan, tetapi orang lapar
- banyak kekayaan, tetapi orang tersingkir
👉 Lamalera dipanggil menjadi tanda:
bahwa dunia lain yang adil, damai, utuh lintas sekat itu mungkin.
🌊 Mendayung di Tengah Badai: Harapan yang Bertindak
Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus berkata:
“Kami dihimpit… tetapi tidak putus asa.”
Inilah iman para pendayung:
ombak boleh tinggi
badai boleh datang
👉 tetapi kita tetap mendayung.
Karena harapan adalah keberanian untuk tetap bergerak.
Penutup
Perutusan Tahun Baru
Saudara-saudari,
Ema Bapa,
Kaka Ari, Levo Lamalera terkasih ….
Tahun Baru ini adalah janji:
- hidup dengan hormat
- bekerja dengan iman
- berbagi dengan adil
- menjaga kehidupan
Kristus adalah Tunas itu.
Dan kita adalah ranting-ranting-Nya.
Klimaks Liturgis
Dayunglah… dengan iman…
Dayunglah… dengan cinta seluas Leva Lamalera …
Dayunglah… untuk kide kenuke,
Dayunglah … Untuk Allah Yang Maha Kuasa
Jangan biarkan yang kecil tertinggal…
Jangan biarkan yang lemah dilupakan…
Seruan Bersama
Hilibe!
Duc in Altum!
Hilibe!
Duc in Altum!
⸻
Doa Penutup
Tuhan,
Engkau yang hadir dalam laut kami,
ajar kami mendayung dengan iman,
berbagi dengan adil,
dan menjaga kehidupan dengan hormat.
Jadikan perahu kami tempat keselamatan,
dan Lamalera tanda harapan-Mu bagi dunia.
Amin.
——————————-
Tulisan ini adalah Kotbah Misa Arwah dan Misa Syukur buat Leva Lamalera -Tahun Baru Levo Lamalera 2 Mei 2026, Kapel Vinsentius Putra, Kramat Jakarta.
Jakarta, 2 Mei 2026











