• Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
Jumat, Mei 8, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Beranda Negeri
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
No Result
View All Result
Beranda Negeri
No Result
View All Result
Home OPINI

Lamalera – Miniatur Dunia yang Diimpikan Tuhan

by Redaksi
Mei 8, 2026
in OPINI
0
Lamalera – Miniatur Dunia yang Diimpikan Tuhan
0
SHARES
78
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

 

Oleh RP. Mikhael Molan Keraf CSsR

 

 

Pembuka:

Panggilan dari Laut dan Sabda

 

Ema, Bapa,

Belle, Kaka Ari, Opu Lake,

Nara Kajak Levo Lamalera,

Saudara-saudari terkasih,

 

Hari ini kita berdiri di ambang waktu baru — Tahun Baru Levo Lamalera;

seperti kaki yang menapak pasir

sebelum perahu — peledang kita ditarik — didorong ke laut.

 

“Leo” telah dipintal … panno-berkat-nekaro kae …

perahu telah disiapkan … “blobos” sudah dibuka …

layar siap menerima angin …

 

“Leva” ma’je tite fakahae …

 

dan bersama dengan para leluhur, narakajak, kide kenuke, levo Lamalera pune tou kae, mari kita hening dan mendengar sabda-Nya:

 

Hilibe!

Duc in Altum!

⸻

 

🌊 Dari Tunggul ke Laut: Allah Bekerja dari kemungkinan kecil — yang tersisa.

 

Nabi Yesaya berkata:

“Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai.”

 

Bukan dari pohon yang utuh,

melainkan dari tunggul — dari kemungkinan kecil — yang tersisa.

 

Itulah cara Allah bekerja.

 

Dan itu bukan sekadar memoriale pasif, bukan sekadar kenangan masa lalu.

Itu pengalaman umat — dan itu pengalaman riil Lamalera.

 

Bukankah kita sering hidup dari:

👉 laut yang tidak selalu ramah —-> ge tite mari mi, leva na hukku tite

👉 hasil yang tidak selalu cukup; atau yang kita sengaja “lepas” untuk diambil esok

👉 tenaga yang terkuras dan terbatas

👉 tekanan dunia luar yang tidak selalu mengerti kita

 

Namun Sabda Tuhan hari ini menegaskan:

 

👉 Allah menumbuhkan masa depan dari kesetiaan yang kecil dan terus dijaga dengan tawakal.

 

Seperti tunas dari tunggul.

Seperti hidup yang tumbuh dari laut Lamalera yang garang, dan dari tanah Lamalera yang keras berbatu cadas.

⸻

 

🌊 Dari Kelelahan ke Ketaatan: Titik Balik Iman

 

Dalam Injil Lukas, Petrus berkata:

“Kami telah bekerja keras semalam suntuk…”

Itu suara nelayan.

Itu suara kita Lamalera.

 

Dan justru di situlah Yesus datang —

bukan saat kita kuat,

tetapi saat kita lelah.

Bukan saat kita berkelimpahan, tetapi saat kita hanya punya sedikit.

 

Dan Ia berkata:

 

👉 “Bertolaklah ke tempat yang dalam!”

 

Ini panggilan yang mengguncang kita, mengajak Levo Lamalera untuk sigap:

👉 saat lelah → tetap mendayung

👉 saat gagal → tetap percaya

👉 saat takut → tetap melaut

 

Dan Petrus menjawab:

 

👉 “Karena Engkau berkata demikian…”

 

Inilah inti iman kita anak Lamalera:

 

bekerja sepenuh tenaga,

berserah sepenuh iman.

⸻

 

(Refrain – dapat dihidupkan bersama umat)

 

Hilibe! — Dayung lagi!

Duc in Altum! — Masuk lebih dalam! Berlayar lebih jauh!

⸻

 

🌊 Roh Tuhan: Nafas Kehidupan, Bukan Nafsu Penguasaan

 

Yesaya berkata: Roh Tuhan adalah roh kebijaksanaan dan pengertian.

 

Bukan roh keserakahan.

Bukan roh penaklukan.

 

Dunia hari ini bukan kekurangan ilmu —

tetapi kekurangan Roh.

👉 ilmu tanpa Roh → merusak

👉 ekonomi tanpa Roh → menindas

👉 kemajuan tanpa Roh → mengosongkan manusia

 

Namun dalam tradisi Lamalera:

  • ada batas
  • ada hormat
  • ada keseimbangan

 

👉 Itulah Roh yang menjaga kehidupan.

 

Maka kita berdoa:

 

Tuhan, jangan ambil Roh-Mu dari kami.

⸻

 

🌊 Liturgi Kehidupan: Gereja Bagai Bahtera

 

Saudara-saudari,

 

Apa yang kita rayakan hari ini adalah liturgi yang hidup:

  • tali → persekutuan
  • perahu → perjalanan bersama
  • dayung → kerja keras
  • layar → keterbukaan pada Roh
  • laut → misteri kehidupan
  • alat tangkap → tanggung jawab, bukan keserakahan
  • pesisir → tempat berbagi
  • pembagian hasil → keadilan nyata

 

👉 Seluruh hidup Lamalera adalah altar liturgis.

 

🌊 Berkat yang Dibagi: Ekonomi Injil

 

Ketika hasil melimpah,

para murid tidak menyimpan —

mereka memanggil yang lain.

 

👉 Berkat tidak untuk dimiliki, tetapi dibagikan.

 

Untuk:

  • janda
  • yatim
  • yang lemah
  • yang menunggu di pesisir

 

Di sini Lamalera memberi kesaksian:

bahwa ekonomi bisa tetap manusiawi.

 

🌊 Lamalera: Miniatur Dunia yang Diimpikan Tuhan

 

Nabi Yesaya berkata:

 

“Serigala akan tinggal bersama domba…

tidak ada yang berbuat jahat di seluruh gunung-Ku yang kudus.”

 

Ini bukan dongeng.

Ini adalah mimpi Allah tentang dunia.

 

Dan hari ini kita berani berkata:

 

👉 Lamalera adalah miniatur dunia yang diimpikan Tuhan.

 

Apa arti mimpi itu dalam hidup kita?

 

Tidak ada yang lapar, tidak ada yang ditinggalkan

 

Hasil laut tidak berhenti di perahu —

ia mengalir ke seluruh kampung.

  • janda tidak dilupakan
  • yatim tidak ditinggalkan
  • yang lemah tidak disisihkan

 

👉 Lapar satu orang adalah luka seluruh kampung.

 

Tidak ada yang disingkirkan

 

Dalam roh Lamalera:

 

👉 setiap orang punya tempat

👉 setiap hidup punya nilai

 

Tidak ada yang terlalu kecil untuk dihitung.

⸻

 

Semua duduk sejajar sebagai saudara

 

Kita hidup dalam semangat:

 

koro kaka — koro ari

koro hama hama

 

👉 tidak ada yang lebih tinggi dalam martabat

👉 tidak ada yang lebih rendah dalam kemanusiaan

 

Semua bergandengan tangan.

Semua berjalan bersama.

 

Satu kehidupan yang dibagi bersama

 

Satu pantai.

Satu blapa lolo.

Satu mata gapu.

Satu kara.

 

👉 Hidup tidak dimiliki — tetapi dibagikan.

 

Seruan Profetik

 

Saudara-saudari,

Ina – Ama,

Kaka Ari,

 

Jika ini miniatur dunia yang diimpikan Tuhan,

maka kita dipanggil untuk setia:

 

👉 Jangan biarkan kebersamaan berubah jadi persaingan

👉 Jangan biarkan adat kehilangan jiwa

👉 Jangan biarkan Leva Nuâ dijual demi untung sesaat

 

Karena jika itu terjadi—

yang hilang bukan hanya tradisi,

tetapi masa depan Lamalera.

 

Perutusan untuk Dunia

 

Dunia hari ini sedang krisis:

  • banyak makanan, tetapi orang lapar
  • banyak kekayaan, tetapi orang tersingkir

 

👉 Lamalera dipanggil menjadi tanda:

bahwa dunia lain yang adil, damai, utuh lintas sekat itu mungkin.

 

🌊 Mendayung di Tengah Badai: Harapan yang Bertindak

 

Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus berkata:

 

“Kami dihimpit… tetapi tidak putus asa.”

 

Inilah iman para pendayung:

 

ombak boleh tinggi

badai boleh datang

 

👉 tetapi kita tetap mendayung.

 

Karena harapan adalah keberanian untuk tetap bergerak.

 

Penutup 

Perutusan Tahun Baru

 

Saudara-saudari,

Ema Bapa,

Kaka Ari, Levo Lamalera terkasih ….

 

Tahun Baru ini adalah janji:

  • hidup dengan hormat
  • bekerja dengan iman
  • berbagi dengan adil
  • menjaga kehidupan

 

Kristus adalah Tunas itu.

Dan kita adalah ranting-ranting-Nya.

 

Klimaks Liturgis

 

Dayunglah… dengan iman…

Dayunglah… dengan cinta seluas Leva Lamalera …

Dayunglah… untuk kide kenuke,

Dayunglah … Untuk Allah Yang Maha Kuasa

 

Jangan biarkan yang kecil tertinggal…

Jangan biarkan yang lemah dilupakan…

 

Seruan Bersama

 

Hilibe!

Duc in Altum!

Hilibe!

Duc in Altum!

⸻

 

Doa Penutup

 

Tuhan,

Engkau yang hadir dalam laut kami,

 

ajar kami mendayung dengan iman,

berbagi dengan adil,

dan menjaga kehidupan dengan hormat.

 

Jadikan perahu kami tempat keselamatan,

dan Lamalera tanda harapan-Mu bagi dunia.

Amin.

 

——————————-

Tulisan ini adalah Kotbah Misa Arwah dan Misa Syukur buat Leva Lamalera -Tahun Baru Levo Lamalera 2 Mei 2026, Kapel Vinsentius Putra, Kramat Jakarta.

Jakarta,  2 Mei 2026

 

 

 

ShareTweetSend

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Eskalasi Perang Rusia – Ukraina, Invasi ke Venezuela dan  Proposal 20 Butir Upaya Damai dari USA

Takdir dan Jalan Hidup  Setiap  Mahluk Berkaitan dengan Alam Semesta

4 bulan ago
Moses Beding tentang Jerman

Moses Beding tentang Jerman

5 tahun ago

Popular News

    Newsletter

    Beranda Negeri

    Anda bisa berlangganan Artikel Kami di sini.
    SUBSCRIBE

    Category

    • BERITA
    • BIOGRAFI
    • BUMI MANUSIA
    • Featured
    • JADWAL
    • JELAJAH
    • KOLOM KHUSUS
    • LENSA
    • OPINI
    • PAPALELE ONLINE
    • PUISI
    • PUSTAKA
    • SASTRA
    • TEROPONG
    • UMUM

    Site Links

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org

    About Us

    Beranda sebagai suatu tempat para penghuni rumah untuk duduk melepas lelah, bercerita dengan anggota keluarga ataupun tamu dan saudara. Karena itu pula media Baranda Negeri merupakan tempat bercerita kita dan siapa saja yang berkesempatan berkunjung ke website ini.

    • Redaksi & Kontak
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • BERITA
    • JELAJAH
    • BUMI MANUSIA
    • BIOGRAFI
    • OPINI
    • KOLOM
    • SASTRA
    • Lainnya
      • TEROPONG
      • PUSTAKA
      • PAPALELE ONLINE
      • LENSA
      • JADWAL

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In