Diaspora Indonesia di Hongkong dan Macao Galang Dana Bantu Korban Bencana NTT

Diaspora Indonesia di Hongkong dan Maucau menyelengarakan Doa Bersama dan pengumpulan sumbangan untuk korban bencana longsor di Nusa Tenggara Timur. di Victorya Park, Hongkong, Minggu (11/4)

BERANDANEGERI.COM,- Diaspora Indonesia dari berbagai agama dan latar belakang profesi di Hongkong dan Macao menyelengarakan doa Bersama dan pengumpulan sumbangan untuk korban bencana banjir dan longsor di Nusa Tenggara Timur.

Doa Bersama yang dihadiri Pastor Hery, SVD, Pendeta Janet, Pendeta Danny dan Komjen RI untuk Hongkong dan Macao Ricky Suhendar diikuti ratusan diaspora Indonesia di Hongkong dan berlangsung di Victorya Park, Hongkong, Minggu (11/4)

“Hari ini kami di sini berkumpul di Victorya Park untuk melangsung doa bersama bagi saudara kami yang tertimpa musibah di lewo tanah (kampung halaman-red) Adonara dan Lembata,” kata Erdis salah satu diaspora di hongkong melalui pesan singkat di grup watsan Alumni Sint Gabriel Larantuka

Komjen Hongkong dalam sambutan mengajak warga diaspora untuk berdoa dan membantu meringankan beban para korban bencana di Nusa Tenggara Timur.

“Meski kita terpisah tempat, namun hati dan perasaan kita dapat merasakan apa yang mereka rasakan, dan mengantar kekuatan menghadapi cobaan. Dari hati terdalam saya mengajak kita semua yang hadir disini warga Indonesia di Hongkong dan Macao, apapun latar belakang kita kita bergagung mendukung upaya meringankan beban saudara kita yang tertimpa bencana,” demikian Video pendek yang dikirim diaspora NTT melalui grup Whatsapp.

Dari hasil pengumpulan sumbangan sukarela saat acara berlangsung terkumpul dana 20 juta rupiah, dan dana ni dikirim ke rekening Keuskupan Larantuka.

Untuk diketahui, banjir bandang dan angin kencang telah menghantam wilayah Nusa Tenggara Timur  sebagai dampak dari adanya bibit siklon yang tumbuh menjadi Siklon Tropis Seroja pada Minggu (4/4).

Data BNPB sampai dengan Minggu ini, terakumulasi 177 orang meninggal dunia dengan 45 orang masih berstatus hilang.

Korban meninggal terbanyak berada di Kabupaten Flores Timur dengan 72 orang dan Lembata 47 orang, disusul Alor dengan 28 orang dan Kupang dengan 12 orang.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi mengatakan bantuan tanggap darurat seperti makanan, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya telah dan akan terus disalurkan ke desa-desa yang menjadi korban banjir bandang akibat cuaca ekstrem dipicu oleh Siklon Tropis Seroja.

“Sampai dengan hari ini yang mengalami korban, desa-desa, kabupaten yang mengalami korban relatif sudah mendapatkan bantuan,” kata Wagub NTT Josef dalam konferensi pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dipantau secara virtual dari Jakarta pada Minggu, (11/4)

Dia menjelaskan berbagai cara akan dilakukan untuk menyalurkan bantuan ke daerah yang belum bisa dijangkau dalam beberapa hari terakhir.

“Mulai besok kami akan teruskan lagi dengan bantuan-bantuan baik melalui darat, laut atau udara,” kata Josef. (ben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here