Kesulitan Sinyal internet, Siswa Kelas VI USBD di Lereng Bukit Leze di Pedalaman Manggarai Timur (Bagian 1)

0
151
Siswa dan Siswi SDI Nunur, Desa Mbengan dan SDK Waekekik, Desa Rana Kolong, Kecamatan Kota Komba, Kab. Manggarai Timur, NTT, Rabu, (28/4/2021) sedang Mengerjakan Soal Ujian dengan Handphone saat USBD di Perbukitan Leze, Mok. ( Foto; Markus Makur)

Oleh Markus Makur

SEBANYAK 23 siswa dan siswi Kelas VI Sekolah Dasar Inpres Nunur, Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Digital (USBD) di lereng bukit Leje di ujung kampung Mok, Desa Mbengan, sebelumnya saat uji coba, try out dilaksanakan di Tebing Keto, bahasa lokalnya Ngapan Keto. Karena sinyal di tebing itu kurang stabil akhirnya pindah ke lereng bukit Leze.

Demikian dijelaskan Kepala Sekolah SDI Nunur, Arnoldus Latong saat dihubungi wartawan, Selasa, (27/4/2021). Ini hari kedua USBD tingkat sekolah dasar di luar ruangan kelas.

Latong menjelaskan, kesulitan sinyal 4G di wilayah Desa Mbengan membuat sekolah mengambil keputusan UBSD di ruang terbuka, tepatnya di Lereng Bukit Leze.

“Selama uji coba atau try out dari Kamis-hingga Sabtu, guru dan tenaga pendidik sebanyak 17 orang mendampingi siswa dan siswi Kelas untuk USBD dengan handphone miliki sekolah, yakni IPad di Tebing Keto, kini saat USBD pindah ke Lereng Bukit Leze,” jelasnya.

Dalam keterbatasan sinyal, lanjut, Kepala Sekolah, Latong, guru-guru mencari lokasi sinyal yang bisa menangkap jaringan 4G. Tempat yang agak bagus untuk menangkap sinyal 4G di Lereng Bukit Leze.

“Saya berharap saat pelaksanaan USBD mulai Senin, 26 April dapat dilaksanakan di ruang kelas sehingga anak-anak sekolah tidak jalan kaki ke ruang terbuka, ternyata harapan itu tidak terwujud, dan kini melaksanakan USBD di lereng Bukit Leje,” harapnya.

Menempuh Jarak 5 Kilometer untuk Uji Coba USBD

Guru SDK Waekekik, Silvester Lete saat dihubungi wartawan, Selasa, (27/4/2021) saat sedang berlangsung USBD  menjelaskan, selama 3 hari, Ujian Sekolah Berstandar Digital (USBD) di Lereng Bukit Leje. Hari pertama, Senin, 26 April dilaksanakan di Lereng Bukit Leze.

Silvester menjelaskan, saat uji coba Ujian Sekolah Berbasis Digital (USBD) , 15 April 2021 lalu di pinggir jalan di Betong Torok, tempat rumpun bambu. Uji coba di pinggir jalan itu untuk menangkap jaringan internet 4G dari Aimere dan Waelengga. Hari kedua, sekolah mencobanya di dalam ruangan kelas, namun sinyal tidak stabil. Hari ketiga dilaksanakan di lokasi Lereng bukit Leze-Mok. Lokasi terletak diatas pertigaan kampung Mok. Sinyal 4G lumayan bagus.

“Jumlah siswa dan siswi kelas VI ada 17 orang. Berpindah-pindah lokasi uji coba atau try out karena masalah jaringan internet 4G. Upaya yang sekolah lakukan dengan sewa mobil untuk angkut siswa dan sebagiannya bonceng di sepeda motor. Guru berjuang keras dengan berbagai upaya agar uji coba atau try out USBD berjalan lancar. Kini USBD tidak berpindah-pindah dan menetap pelaksanaannya di Lereng Bukit Leje,” jelasnya.

Henrikus Sale, Kepala Sekolah SDK Waekekik saat dihubungi wartawan, Selasa, (27/4/2021) menjelaskan, saat survei awal untuk Ujian Sekolah Berbasis Digital, SDK Waekekik meresponsnya baik karena ada jaringan sinyal 4G dari sebuah tower di sekitar wilayah tersebut. Tower itu berukuran kecil. Lalu, dibangun lagi BTS agak besar, namun masih dalam penyesuaian pemasangan jaringannya.

Henrikus menjelaskan, saat pelaksanaan uji coba atau try out USBD jaringan sinyal 4G dari tower itu belum bagus sehingga sekolah mengambil keputusan untuk melaksanakan uji coba USBD di ruang terbuka yang memiliki jaringan 4G bagus.

“Tempat yang direkomendasikan adalah lokasi Betong Torok, Leze-Mok. Kami sempat coba di sekolah pada hari kedua namun jaringan 4G belum stabil. Kami berharap agar saat Ujian akhir berbasis digital Senin, 26 April 2021, jaringan 4G dari BTS Nunur, Mbengan berfungsi dengan baik sehingga kami melaksanakan USBD di dalam kelas,” jelasnya.

Ternyata sinyal belum bagus sehingga sekolah memutuskan melaksanakan USBD di Lereng Bukit Leze. Ada dua sekolah dasar yakni SDI Nunur dan SDK Waekekik melaksanakan USBD dalam satu tempat di lereng bukit Leje.

“Siswa kelas VI dari dua sekolah ini duduk dengan alas tikar berbahan plastik untuk mengerjakan soal ujian dengan Ipad,” jelasnya.

Kepala Desa Mbengan, Yohanes Tobi kepada wartawan, Selasa, (27/4/2021) menjelaskan ujian Sekolah Berbasis Digital (USBD) SDI Nunur berlokasi di Lereng Bukit Leje. Mereka melaksanakan USBD di ruang terbuka itu demi  jaringan internet 4G, padahal itu di lereng bukit.

Yohanes mengatakan Ada tower di Nunur, Desa Mbengan tapi jaringan parah. Mestinya pemerintah harus serius mengatasi persoalan susah sinyal 4G.

“Sebelum-sebelumnya sinyal 4G bagus, tetapi menjelang hari uji coba USBD beberapa waktu lalu dan kini USBD sekolah dasar sinyal sangat buruk. Untuk itu saya sebagai Kepala Desa berharap jaringan internet di BTS Nunur dibenahi serta  ambil langkah yang pasti sehingga anak-anak tidak harus mengikuti ujian di lereng bukit yang resikonya sangat berat,” harapnya.

Yohanes menjelaskan, jarak dari Kampung Nunur ke Lereng Bukit Leje sekitar 5 kilometer. Guru menyewa mobil untuk mengangkut anak-anak sekolah untuk ikut ujian.

Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Heremias Dupa kepada wartawan, Selasa, (27/4/2021) menjelaskan, Lembaga DPRD minta Dinas Kominfo memprioritas pemasangan BTS di pelosok-pelosok Manggarai Timur seperti di Kecamatan Elar dan Elar Selatan, Lambaleda Utara, Kota Komba Utara.

“Saya sudah dengar ada 66 BTS yang siap dibangun di Manggarai Timur dari Kominfo RI. Untuk ke 66 BTS harus diprioritaskan kepada daerah-daerah di pedalaman Manggarai Timur yang blank spot. Saya sudah telepon Kadis Kominfo Manggarai Timur agar memprioritas pembangunan BTS di daerah susah sinyal,” jelasnya.

Dupa menjelaskan, kebutuhan sinyal saat ini sangat mendesak di era digital sesuai perkembangan zaman. Sinyal saat seperti buku. Karena dengan bagus maka bisa membaca materi pelajaran di handphone.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa, (27/4/2021) menjelaskan, jumlah 330 Sekolah Dasar. Ujian akhir berjenjang, 315 Sekolah, jumlah siswa peserta ujian 6488 siswa, Model ujiannya daring 179 sekolah, jumlah siswanya 3819 siswa, ujian luring 139 sekolah, jumlah 2669 siswa.  Ujian di luar kelas ada 44 sekolah. Lainnya di kelas.

“Kesulitan jaringan internet 4G sehingga sulit melaksanakan di ujian di dalam kelas. Ada bantuan Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) dari kemendikbud ke sekolah. Saya pastikan 2022 semua sekolah ada TIK,” jelasnya.

Basilius menjelaskan, paling banyak ujian di luar kelas dengan tenda darurat di Kecamatan Elar, Elar Selatan dan Kota Komba bagian utara.

“Sampai hari kedua ini tak ada kendala Ujian Sekolah Berbasis Digital (USBD),”  jelasnya.

—————————————————————————-

Penulis adalah wartawan di Kabupaten Manggarai Timur, NTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here