• Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
Kamis, April 16, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Beranda Negeri
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
No Result
View All Result
Beranda Negeri
No Result
View All Result
Home SASTRA

Menggapai Makna “Catatan Pinggir”, Puisi Simply da Flores

by Redaksi
Agustus 4, 2021
in SASTRA
0

Foto dari google

0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Seorang wartawan
mengemban profesi
menyajikan berita
Seorang penyair membagi
makna kehidupan yang
diolah bathin jiwa nurani

Dalang “Catatan Pinggir”
Bukan saja wartawan dan penyair
Tetapi seniman, muzyafir pemikir
yang berkelana tanpa kenal lelah
dan tidak berhenti membangun
istana kenyamanan

Menggapai totalitas refleksi
dan menemukan makna
dalam Catatan Pinggir memang tidak mudah
Karena ada aneka data,
fakta, rasa, nilai dan pendalaman arti
Yang tersaji secara apik dan menarik,
meski penuh pengandaian
bagi pembaca karya ini

Catatan Pinggir itu
Seorang nelayan usur
yang duduk di bawah pohon rindang
tepian pantai, sambil membetulkan jalanya,
bercerita kepada anak cucu
tentang asinnya laut, ombak-gelombang,
karang dan ikan-ikan, malam gulita
dan perjuangan menangkap ikan.
Tentang samudera
sebagai ibu kehidupan bagi para
nelayan dan buih ombak
yang setia mencium
bibir pasir pantai hari-hari

Catatan Pinggir itu
Seorang kakek petani
sedang meneguk kopi pagi hari
di pinggir ladangnya, bercerita kepada putra-putri
pewarisnya tentang sejarah ladang ini,
pohon buah yang subur, kolam ikan
dan bebek yang berkejaran, serta aneka suka duka
selama mengelola ladang,
untuk menghidupi keluarga
hingga para cucunya.
Tanpa memaksa mereka
harus menjadi petani
dan tinggal di ladang ini

Catatan Pinggir itu
Seorang nenek pengrajin tenunan
yang dengan bangga menjelaskan
proses pembuatan tenun secara tradisional,
untuk keperluan tugas sekolah para bocah.
Dan ketika malam tertidur,
mereka diselimuti sarung
buatan nenek, dan esoknya ketika pulang ke kota,
sarung itu dihadiahkan kepada mereka,
agar ingat kampung dan nenek

Catatan Pinggir itu
Ebiet G Ade menulis syair
lalu dan memetik gitar sambil beenyanyi
agar pemirsa bisa mendengar,
apalagi sampai kepada perjalanan jiwanya bertemu
dan berdialog dengan Sang Pencipta

Bang Goenawan Mohamad
Pemilik – Sang Dalang Catatan Pinggir
Memang mencatat dari pinggir,
tapi setelah menjelajahi keliling area
dan mendalami semua materi yang disajikan,
agar data, fakta, pengalaman, rasa,
nilai, harapan dan cita bisa dirangkul
dalam sebuah karya unik:
“Catatan Pinggir”
Singkat, padat, menarik, menantang,
membuka ruang luas untuk pembaca mengembara,
dari pinggir menuju ke tengah dan lebih dalam,
lalu membuat catatan pribadi
dan kesimpulan baru,
bahkan menjadi musyafir yang berkelana abadi
mencari makna sejati realitas
dan eksistensi diri sebagai insani

Catatan Pinggir
Menjelajah semua bidang kehidupan,
lintas zaman, suku, budaya, agama
dan pribadi, masa lalu dan masa depan,
dengan aneka tawaran bebas
bagi pembaca untuk membuat kajian,
pilihan dan keputusan:

Bagaimana menjadi manusia sejati
Bagaimana berada dan menjadi
Bagaimana memberi makna dan arti
sebagai pribadi di hadapan sesama insani
dan di tengah alam semesta ini

Catatan Pinggir
Adalah karya unik dan kreatif
Bang Goenawan Muhamad sebagai pribadi,
untuk berada dan menjadi,
memberi arti bagi eksistensi dirinya,
agar membagi makna dan
arti kepada sesama insani
untuk bersama melahirkan “makna peradaban sejati”
di alam semesta ini,
sampai kembali kepada Sang Ilahi

———-

Simply da Flores, Direktur Ya-Harmoni

ShareTweetSend
Next Post
Senjata Orang Kalah

Senjata Orang Kalah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Dua Puisi Yoseph Yapi Taum tentang Jakarta

Dua Puisi Yoseph Yapi Taum tentang Jakarta

3 tahun ago
Suaramu Jalan Pulang yang Kukenali – Sajak Adimas Immanuel

Suaramu Jalan Pulang yang Kukenali – Sajak Adimas Immanuel

1 tahun ago

Popular News

  • Perihal Presidensialisme

    Perihal Presidensialisme

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Newsletter

Beranda Negeri

Anda bisa berlangganan Artikel Kami di sini.
SUBSCRIBE

Category

  • BERITA
  • BIOGRAFI
  • BUMI MANUSIA
  • Featured
  • JADWAL
  • JELAJAH
  • KOLOM KHUSUS
  • LENSA
  • OPINI
  • PAPALELE ONLINE
  • PUISI
  • PUSTAKA
  • SASTRA
  • TEROPONG
  • UMUM

Site Links

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

About Us

Beranda sebagai suatu tempat para penghuni rumah untuk duduk melepas lelah, bercerita dengan anggota keluarga ataupun tamu dan saudara. Karena itu pula media Baranda Negeri merupakan tempat bercerita kita dan siapa saja yang berkesempatan berkunjung ke website ini.

  • Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy

© 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL

© 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In