• Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
Jumat, Februari 13, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Beranda Negeri
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
No Result
View All Result
Beranda Negeri
No Result
View All Result
Home PUSTAKA

Dari Gelap menjadi Terang

by Redaksi
Oktober 19, 2021
in PUSTAKA, UMUM
0
Dari Gelap menjadi Terang
0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh  Paulo Coelho

 

Pada acara World Economic Forum di Davos, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Shimon Peres, menceritakan kisah berikut

Seorang Rabi mengumpulkan murid-muridnya dan bertanya kepada mereka:

“Bagaimana kita tahu, kapan persisnya malam hari berakhir, dan terang di mulai?”

“Kalau sudah cukup terang untuk membedakan domba dari anjing, “sahut salah seorang murid.

Murid lainnya berkata, “Tidak, kalua sudah cukup terang untuk membedakan pohon zaitun dari pohon kurma.”

“Tidak, itu juga bukan definisi yang bagus.”

“Nah, kala begitu, apa jawaban yang benar?” tanya nurid-murid tersebut.

Dan Rabi itu berkata:                                                                                              “Kalau seorang asing menghampirimu dan engkau menganggap dia saudaramu, dan semua perselisihan lenyap , saat itulah malam berakhir dan terang hari dimulai.”

*************************

Sumber: Buku Seperti Sungai yang Mengalir, Paulo Coelho, Gramedia 2006.

 

 

ShareTweetSend
Next Post

Ada Nilai dalam Penderitaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Bupati Dumupa Apresiasi Gugus Tugas Covid-19 Dogiyai

Bupati Dumupa Apresiasi Gugus Tugas Covid-19 Dogiyai

6 tahun ago
Teologi Kontekstual dan Politik Emosi, “Dimanakah suara alumnus filsafat dan teologi?”

Teologi Kontekstual dan Politik Emosi, “Dimanakah suara alumnus filsafat dan teologi?”

6 tahun ago

Popular News

    Newsletter

    Beranda Negeri

    Anda bisa berlangganan Artikel Kami di sini.
    SUBSCRIBE

    Category

    • BERITA
    • BIOGRAFI
    • BUMI MANUSIA
    • Featured
    • JADWAL
    • JELAJAH
    • KOLOM KHUSUS
    • LENSA
    • OPINI
    • PAPALELE ONLINE
    • PUISI
    • PUSTAKA
    • SASTRA
    • TEROPONG
    • UMUM

    Site Links

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org

    About Us

    Beranda sebagai suatu tempat para penghuni rumah untuk duduk melepas lelah, bercerita dengan anggota keluarga ataupun tamu dan saudara. Karena itu pula media Baranda Negeri merupakan tempat bercerita kita dan siapa saja yang berkesempatan berkunjung ke website ini.

    • Redaksi & Kontak
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • BERITA
    • JELAJAH
    • BUMI MANUSIA
    • BIOGRAFI
    • OPINI
    • KOLOM
    • SASTRA
    • Lainnya
      • TEROPONG
      • PUSTAKA
      • PAPALELE ONLINE
      • LENSA
      • JADWAL

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In