• Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
Jumat, April 3, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Beranda Negeri
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
No Result
View All Result
Beranda Negeri
No Result
View All Result
Home Featured

Romantisme Kertas

by Redaksi
Desember 18, 2022
in Featured
0
Romantisme  Kertas

Happy Salma

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

 

BAGI Happy Salma, 37 tahun, membaca hanyalah dari kertas. Meski aplikasi membaca sudah bejibun dan gampang diunduh di gawai, Happy ogah melakoni kegiatan ini. “Kalau di ponsel untuk yang iseng-iseng doang, yang sambil lewat, atau untuk cari data,” katanya saat menjadi bintang tamu #ngopidikantor di Gedung Tempo.

Untuk membaca yang agak berat, semisal buku atau majalah, Happy Salma memilih versi cetak. Buat dia, kertas punya banyak nilai lebih: bisa disimpan sehingga bisa dibaca lagi kapan-kapan serta lebih enak dipegang. “Kertas juga ada baunya, dan romantis,” ujarnya.
Happy Salma punya banyak koleksi buku. Dari manga karya penulis Jepang, Kyoko Mizuki, Candy Candy (versi Indonesia diterbitkan pada 1990-an)—hasil pencariannya di penjual buku bekas—sampai novel sejarah karangan Pramoedya Ananta Toer, penulis favoritnya.

Dari karya Pram yang berjudul Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa, Happy membuat pentas teater Bunga Penutup Abad. Happy Salma menjadi produser sekaligus memerankan Nyai Ontosoroh, salah satu tokoh sentral dalam dua novel tersebut.

Happy Salma menyimpan koleksinya di ruang baca rumahnya di Bali dan Jakarta. Happy selalu menyediakan waktu untuk melahap semua buku pilihannya tersebut. “Diusahakan kalau pergi juga membawa buku,” ucapnya.

***************************************************

Sumber Tulisan “Pokok dan Tokok” Majalah Tempo, Edisi Februarai – Maret 2017.

ShareTweetSend
Next Post
Final Argentina versus Prancis, Jangan  Terempas karena Cinta

Final Argentina versus Prancis, Jangan Terempas karena Cinta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pendidikan Humanis: Kritik atas Pendidikan Kita

Pendidikan, Globalisasi dan Tatanan Dunia Baru

5 tahun ago
Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Baca Puisi pada  Ultah JSM Ketiga di Cafe Sastra Balai Pustaka

Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Baca Puisi pada  Ultah JSM Ketiga di Cafe Sastra Balai Pustaka

2 tahun ago

Popular News

  • Perihal Presidensialisme

    Perihal Presidensialisme

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masa Lalu sebagai Oase untuk Masa Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Newsletter

Beranda Negeri

Anda bisa berlangganan Artikel Kami di sini.
SUBSCRIBE

Category

  • BERITA
  • BIOGRAFI
  • BUMI MANUSIA
  • Featured
  • JADWAL
  • JELAJAH
  • KOLOM KHUSUS
  • LENSA
  • OPINI
  • PAPALELE ONLINE
  • PUISI
  • PUSTAKA
  • SASTRA
  • TEROPONG
  • UMUM

Site Links

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

About Us

Beranda sebagai suatu tempat para penghuni rumah untuk duduk melepas lelah, bercerita dengan anggota keluarga ataupun tamu dan saudara. Karena itu pula media Baranda Negeri merupakan tempat bercerita kita dan siapa saja yang berkesempatan berkunjung ke website ini.

  • Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy

© 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL

© 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In