Oleh Albertus Muda
Di hamparan kasih-Mu yang tak bertepi, Tuhan,
kami taburkan benih-benih sesal,
dari jiwa yang merunduk.
Dengan setia Engkau menimang, merawat,
hingga tunas-tunas tobat kami menetaskan kelopak harapan,
mekar mewangi di batas fajar.
Panji-panji doa kami tegakkan, menjulang,
seperti tiang-tiang niat yang takkan tumbang.
Terukir simpul puasa yang mengikat nafsu,
dan pantang yang mengikis ego,
agar pada saatnya, kami membuahkan sedekah sejati,
mengalir tak terbatas, serupa sungai anugerah-Mu.
Tak henti Engkau mengairi akar-akar iman kami,
yang menjalar mencari arah,
menembus relung hati yang rapuh.
Agar kami tegak berdiri,
di atas bumi subur, makmur,
berkat sentuhan jemari-Mu yang Ilahi.
Tuhan, sandaran jiwa kami,
kami hanyalah serpihan debu,
yang mungkin mengotori jejak kasih-Mu.
Namun dalam rimbunnya harap,
kami berpasrah, menyerahkan seluruh jiwa.
Semoga ziarah hidup ini,
menjadi untaian asa yang tak pernah putus,
mengikat kami pada kekekalan-Mu.
Lembata, 6 Maret 2025




