• Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
Jumat, Februari 13, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Beranda Negeri
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
No Result
View All Result
Beranda Negeri
No Result
View All Result
Home OPINI

Menggali Potensi Lembaga Pendidikan: Pendidik Berliterasi, Bergerak Dinamis, dan Berpikir Merdeka

by Redaksi
November 20, 2025
in OPINI
0
Menggali Potensi Lembaga Pendidikan: Pendidik Berliterasi, Bergerak Dinamis, dan Berpikir Merdeka
0
SHARES
257
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh  Odemus Bei Witono, Direktur Perkumpulan Strada dan Pemerhati Pendidikan

 

Tanggal 19 November 2025 saya diminta sebagai salah satu narasumber di acara Yayasan Tunas Karya di Jakarta. Topik yang saya bahas terkait budaya literasi, bergerak dinamis, dan berpikir merdeka dalam mengelola sekolah berkualitas.

Saya ditemani Emilia Kuswardani, S.Pd., M.M., – Kepala SMP Strada Nawar, dan Yohanes Vajar Juniyanto, S.Pd., M.M., – Kepala Bagian Diklat Perkumpulan Strada.

Peserta yang hadir sekitar 53 kepala sekolah dan mitra, termasuk pengurus dan pengawas yayasan. Mereka mengikuti acara dengan antusias. Hal itu diindikasikan lewat perhatian dan aneka pertanyaan yang diajukan. Sayangnya waktu kurang cukup, perlu pendalaman di lain waktu. Kendati demikian semua materi dapat tersampaikan dengan baik.

Salah satu hal penting yang dipaparkan terkait tata kelola pendidikan. Pendidikan merupakan fondasi utama sebuah bangsa. Kualitas pendidikan, pada gilirannya, sangat ditentukan oleh kualitas pendidiknya baik itu kepala sekolah maupun guru.

Untuk mencapai cita-cita bangsa yang besar dan maju, kita perlu mendesain ulang profil pendidik agar mereka tidak hanya menjadi pimpinan karya edukatif atau penyampai materi, tetapi juga agen perubahan yang berdaya.

Tidak ada satu pun bangsa besar di dunia yang terbentuk tanpa fondasi literasi yang kuat. Literasi, dalam konteks ini, tidak hanya berarti kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan untuk mengakses, menganalisis, dan menggunakan informasi secara kritis (literasi digital, finansial, sains, budaya, dan lainnya).

Seorang pendidik yang mempunyai literasi yang baik adalah mata air pengetahuan yang tak pernah kering. Mereka mampu mengelola sekolah, menyaring hoaks, mengaitkan berbagai disiplin ilmu, dan menyajikan materi pembelajaran dengan kedalaman kontekstual. Inilah kunci utama.

Pendidik idealnya menjadi pembelajar seumur hidup (lifelong learner) agar mereka dapat menanamkan semangat belajar dan bernalar kritis kepada peserta didik. Literasi pendidik merupakan investasi strategis yang akan menuai generasi emas.

Selain kedalaman literasi, pendidik masa kini dituntut memiliki kebijaksanaan dan pemahaman yang komprehensif tentang tata kelola pendidikan. Hal tersebut mencakup pemahaman tentang kurikulum, evaluasi, manajemen kelas, hingga kebijakan-kebijakan pendidikan di tingkat nasional.

Pendidik yang bijak mampu mengambil keputusan yang berpihak pada tumbuh kembang siswa, bukan sekadar mengejar target administratif. Mereka mengerti bahwa setiap siswa adalah individu unik. Pemahaman tata kelola yang baik memungkinkan mereka bekerja secara profesional, efisien, dan kolaboratif, memastikan sumber daya sekolah (waktu, materi, fasilitas) digunakan secara optimal demi tujuan pembelajaran.

Konsep pribadi pendidik yang merdeka sangat relevan dengan semangat kemajuan. Kemerdekaan di sini berarti memiliki otonomi profesional dalam berinovasi dan berkreasi untuk praktik pembelajaran.

Pendidik yang merdeka adalah mereka yang tidak takut melakukan refleksi dan perbaikan diri secara mandiri dan juga mampu mengembangkan metode yang paling sesuai dengan kebutuhan lokal dan karakteristik siswa mereka.

Selain itu pendidik juga menjadi fasilitator, bukan sekadar penceramah, yang memancing rasa ingin tahu dan inisiatif siswa. Kemandirian ini akan melahirkan pendidik yang bertanggung jawab, yang melihat profesinya bukan sebagai beban rutinitas, tetapi sebagai arena eksperimen dan pengembangan potensi diri.

Dunia berubah dengan sangat cepat. Pendidik tidak boleh menjadi entitas statis. Kita bisa menganalogikan pendidik yang ideal seperti ikan Marlin—lincah, cepat, dan dinamis. Pendidik memiliki kelincahan beradaptasi dengan cepat terhadap teknologi baru, perubahan sosial, dan tantangan zaman.

Mereka proaktif mencari informasi, berkolaborasi dengan sejawat, dan merespons kebutuhan siswa yang terus berkembang.Pendidik yang bergerak dinamis mampu menyegarkan semangat belajar di kelas, menjadikan proses pendidikan sebagai sebuah petualangan yang relevan dan menarik.

Mewujudkan bangsa yang besar memerlukan pendidik yang memiliki literasi mendalam, kebijaksanaan tata kelola, kemandirian profesional, dan dinamika adaptasi yang tinggi. Dengan memberdayakan dan memerdekakan pendidik, kita sedang menabur benih bagi masa depan gemilang – masa depan di mana setiap individu siap menghadapi kompleksitas dunia modern.

*********************

ShareTweetSend
Next Post
Reshuffle Kabinet Prabowo Terbaru dalam Kaca Mata Agus Widjajanto

China Semakin Perkasa dan Mengancam Hegemoni Amerika Serikat di Kancah Globa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Dialog Jakarta-Papua dan Unit Kerja Khusus Diperlukan untuk Atasi Masalah Papua

Dialog Jakarta-Papua dan Unit Kerja Khusus Diperlukan untuk Atasi Masalah Papua

6 tahun ago
Antena Kosong – Sajak JB Kleden

Antena Kosong – Sajak JB Kleden

7 bulan ago

Popular News

    Newsletter

    Beranda Negeri

    Anda bisa berlangganan Artikel Kami di sini.
    SUBSCRIBE

    Category

    • BERITA
    • BIOGRAFI
    • BUMI MANUSIA
    • Featured
    • JADWAL
    • JELAJAH
    • KOLOM KHUSUS
    • LENSA
    • OPINI
    • PAPALELE ONLINE
    • PUISI
    • PUSTAKA
    • SASTRA
    • TEROPONG
    • UMUM

    Site Links

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org

    About Us

    Beranda sebagai suatu tempat para penghuni rumah untuk duduk melepas lelah, bercerita dengan anggota keluarga ataupun tamu dan saudara. Karena itu pula media Baranda Negeri merupakan tempat bercerita kita dan siapa saja yang berkesempatan berkunjung ke website ini.

    • Redaksi & Kontak
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • BERITA
    • JELAJAH
    • BUMI MANUSIA
    • BIOGRAFI
    • OPINI
    • KOLOM
    • SASTRA
    • Lainnya
      • TEROPONG
      • PUSTAKA
      • PAPALELE ONLINE
      • LENSA
      • JADWAL

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In