• Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Beranda Negeri
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
No Result
View All Result
Beranda Negeri
No Result
View All Result
Home PUISI

“Demokrasi di Demarkasi” – “Hai Saudara!” – Sajak-sajak Sany Tukan

by Redaksi
Maret 11, 2026
in PUISI
0
“Demokrasi di Demarkasi” – “Hai Saudara!” – Sajak-sajak Sany Tukan
0
SHARES
86
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

 

Demokrasi di Demarkasi

Masa di telan massa,
Problem itu kian menghantui realita,
Susah sungguh ditangkap rasa,
Lalu menjadi satu sayembara-
di atas pangung-panggung kata,
Bisakah rasa melanggengkan historisasi?
Ibarat politik tanpa identitas ialah hampa,
Barangkali suatu saat nanti,
Cinta manusia tanpa rasa, itu biasa!

————–

 

Hai Saudara!

 

Hai saudara di seberang samudra
Yang lelah menenun nasib di bisingnya kota,
Berhentilah sejenak menghitung peluh,
Biarkan jiwamu bernapas dari riuh.
Kita berlari bukan untuk memutus akar,
Bukan sekadar mengejar dunia yang nanar.
Ada tanah yang menunggu tanganmu merawat,
Ada doa leluhur yang mengikat kuat.
Bangunlah ruang yang menyembuhkan,
Barulah langkahmu punya alasan untuk patuh.

—————–

 

T e n t a n g     P e n y a i r

Sany Tukan, lahir di Lembata, tepatnya di Waikomo pada 16 Juni 2002, anak bungsu dari empat bersaudara; sedang menempuh pendidikan Semester VIII S1Ilmu Filsafat di IFTK Ledalero. Aktif menulis di Majalah Warta Flobamora dan hingga kini menjabat sebagai Sie Sastrawi BEM IFTK Ledalero. Kecintaannya terhadap dunia sastra menjadikannya menganggap aktivitas menulis puisi sebagai jalan mencintai yang tak tampak.

ShareTweetSend
Next Post

Keluhuran pada Cerpen "Mereka Bilang Saya Monyet" karya Djenar Maesa Ayu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Menelusuri Duka dari Nduga

Menelusuri Duka dari Nduga

6 tahun ago
Yang Berumah di Tepi Air

Yang Berumah di Tepi Air

4 tahun ago

Popular News

    Newsletter

    Beranda Negeri

    Anda bisa berlangganan Artikel Kami di sini.
    SUBSCRIBE

    Category

    • BERITA
    • BIOGRAFI
    • BUMI MANUSIA
    • Featured
    • JADWAL
    • JELAJAH
    • KOLOM KHUSUS
    • LENSA
    • OPINI
    • PAPALELE ONLINE
    • PUISI
    • PUSTAKA
    • SASTRA
    • TEROPONG
    • UMUM

    Site Links

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org

    About Us

    Beranda sebagai suatu tempat para penghuni rumah untuk duduk melepas lelah, bercerita dengan anggota keluarga ataupun tamu dan saudara. Karena itu pula media Baranda Negeri merupakan tempat bercerita kita dan siapa saja yang berkesempatan berkunjung ke website ini.

    • Redaksi & Kontak
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • BERITA
    • JELAJAH
    • BUMI MANUSIA
    • BIOGRAFI
    • OPINI
    • KOLOM
    • SASTRA
    • Lainnya
      • TEROPONG
      • PUSTAKA
      • PAPALELE ONLINE
      • LENSA
      • JADWAL

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In