• Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
Minggu, April 19, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Beranda Negeri
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
No Result
View All Result
Beranda Negeri
No Result
View All Result
Home SASTRA

Balada Ruang Pengap

by Redaksi
April 19, 2026
in SASTRA
0
Konfusianisme di Era Kepemimpinan Hu Jintao
0
SHARES
28
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Odemus Bei Witono

 

​Di tengah kepungan dinding yang kian menghimpit, sebuah kamar di sudut kampung kumuh menjadi saksi bisu atas kelahiran sebuah kosmos. Ruang itu pengap, bukan hanya karena sirkulasi udara yang tersendat oleh onggokan barang-barang tak teratur, melainkan karena beban gagasan yang tumpah ruah di dalamnya. Buku-buku yang menguning, tumpukan kertas, dan benda-benda kenangan berserakan, menciptakan labirin fisik yang nyaris mustahil untuk ditata kembali. Namun, di dalam kekacauan itu, sang penulis justru menemukan keteraturan yang transenden.

​Dunia di luar sana mungkin telah memudar. Kawan-kawan menjauh, entah karena jemu atau karena tak lagi mampu mengikuti frekuensi pemikiran sang penulis yang kian tajam. Kesunyian pun menjadi rekan setia. Dalam kesendirian yang absolut, ia tetap menulis. Baginya, setiap goresan tinta adalah katarsis yang tak pernah berhenti—sebuah pembersihan jiwa dari sisa-sisa kegelisahan eksistensial yang belum sempat terucap.

​Waktu adalah musuh yang nyata sekaligus guru yang bijak. Bayang-bayang angka 70 tahun menghantui sebagai ambang batas fisik. Jika pun usia itu tercapai, ia menyadari betapa singkatnya rentang waktu tersebut dibandingkan dengan keabadian gagasan. Namun, keterbatasan inilah yang memacu adrenalin intelektualnya. Kata-kata tidak lagi sekadar disusun; mereka terurtasi, mengalir seperti arus deras yang mencari celah di antara bebatuan.

​Dalam esai-esainya, ia mempertemukan aksioma—kebenaran yang tak terbantahkan—dengan aneka postulata. Pertemuan ini tidak terjadi dalam garis lurus yang membosankan, melainkan dalam rangkaian spiral. Pemikirannya bergerak melingkar, namun setiap putaran membawa maknanya masuk lebih dalam ke palung jiwa dan mendaki lebih tinggi ke puncak kebijaksanaan. Semakin sempit ruang fisiknya, semakin luas ruang metafisik yang ia ciptakan.

​Ia kini menyerupai seorang pelukis tanpa nama. Seseorang yang bekerja di balik bayang-bayang, tidak mencari tepuk tangan, namun meninggalkan goresan di atas kanvas kehidupan yang tak ternilai harganya. Di ruang yang pengap itu, ia tidak sedang menunggu ajal; ia sedang mengabadikan diri dalam kata-kata yang, suatu saat nanti, akan meledakkan dinding-dinding kumuh tersebut dan terbang menuju keabadian.

ShareTweetSend
Next Post
Antara “Persona Practica” dan “Persona Poetica”: Konstruksi Implied Author dalam Novel “Rasuk” Karya Risa Saraswati

Antara "Persona Practica" dan "Persona Poetica": Konstruksi Implied Author dalam Novel “Rasuk” Karya Risa Saraswati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Prestise Sekolah dan Persepsi Masyarakat,  Antara Realitas dan Stereotip

Memutus Rantai Pilih Kasih di Sekolah – Peran Kunci Orang Tua dan Kesetaraan Peluang

4 bulan ago
DPR Minta Perpusnas Perkuat Layanan Perpusatkaan Digital

DPR Minta Perpusnas Perkuat Layanan Perpusatkaan Digital

6 tahun ago

Popular News

    Newsletter

    Beranda Negeri

    Anda bisa berlangganan Artikel Kami di sini.
    SUBSCRIBE

    Category

    • BERITA
    • BIOGRAFI
    • BUMI MANUSIA
    • Featured
    • JADWAL
    • JELAJAH
    • KOLOM KHUSUS
    • LENSA
    • OPINI
    • PAPALELE ONLINE
    • PUISI
    • PUSTAKA
    • SASTRA
    • TEROPONG
    • UMUM

    Site Links

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org

    About Us

    Beranda sebagai suatu tempat para penghuni rumah untuk duduk melepas lelah, bercerita dengan anggota keluarga ataupun tamu dan saudara. Karena itu pula media Baranda Negeri merupakan tempat bercerita kita dan siapa saja yang berkesempatan berkunjung ke website ini.

    • Redaksi & Kontak
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • BERITA
    • JELAJAH
    • BUMI MANUSIA
    • BIOGRAFI
    • OPINI
    • KOLOM
    • SASTRA
    • Lainnya
      • TEROPONG
      • PUSTAKA
      • PAPALELE ONLINE
      • LENSA
      • JADWAL

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In