Minat Literasi Dimulai dari Keluarga demi Memperkuat Pengaruh Era Digital

Merayakan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2021 di Komunitas Cenggo Inung Kopi Online (CIKO) Manggarai Timur, Minggu, (2/5/2021). (DOK/Komunitas CIKO Matim

KRISPINUS LOIS GONZALES, guru SDI Ranaloba, Kelurahan Ranaloba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu, (2/5/2021) mengungkapkan pengaruh permainan game online di media handphone yang tak bisa terbendung lagi bagi anak-anak usia sekolah. Semakin banyaknya sarana game online yang diminati anak-anak usia sekolah mempengaruhi minat belajar, minat membaca dan minat menulis.

“Saat ini anak-anak sudah memiliki handphone atau pinjam handphone orang tua untuk keperluan main game. Permainan-permainan game memikat anak-anak untuk membuka handphone serta main game berjam-jam di rumah dan saat istirahat jam belajar di sekolah,” jelasnya saat diskusi terbatas di Komunitas Cenggo Inung Kopi Online (CIKO) Kabupaten Manggarai Timur, saat merayakan Hari Pendidikan Nasional 2021, Minggu, (2/5/2021).

Krispinus menjelaskan, upaya di sekolah mereka agar minat anak untuk membaca terus meningkat dengan membiasakan diri membaca dongeng di buku sebelum masuk kelas.

“Setiap lima menit anak-anak dilatih membaca buku, baik di ruang kelas maupun di luar ruangan sebelum mata pelajaran dimulai di kelas. Bahkan anak-anak dilatih membaca buku di ruangan perpustakaan. Ini yang biasa dilakukan guru-guru di sekolah demi meningkatkan minat baca,” jelasnya.

Siswa dan siswi SDK Mok, Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Rabu, (5/5/2021) sedang membaca buku sebelum pelajaran dimulai di kelas. Ini kebiasaan bagi anak-anak murid untuk membaca buku. (DOK/GURU SDK MOK-URSULA MANGGUNG)

Dua putri milenial, Angel Hangguman dan Naige Anam yang hadir dalam diskusi terbatas itu mengungkapkan, mereka biasa membaca buku di rumah. Menulis di majalah dinding di sekolah.

“Orang tua selalu mendorong kami untuk membaca buku serta melatih menulis. Orang tua biasa membeli buku cerita dan Novel agar kami terbiasa membaca buku,” jelasnya.

Angel Hangguman yang pernah di Jakarta dan kini ikut orangtua kembali ke Manggarai mengungkapkan, pengalamannya bersama teman-teman di Jakarta selalu membaca buku serta latihan menulis.

“Orang tua saya selalu ajak saya ke toko buku untuk membeli buku. Buku yang saya beli sesuai dengan minat saya,” jelasnya.

Willy Hangguman, Mantan Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan serta penulis Buku Novel Molas Flores Gadis Pulau Bunga berbagi pengalaman serta memberikan motivasi bahwa kebiasaan membaca buku akan berpengaruh terhadap cara berpikir dan bertindak seseorang. Membaca buku akan berpengaruh terhadap kebiasaan menulis. Bisa juga membaca sambil menulis. Minat berliterasi harus dimulai dari keluarga di era digital dengan maraknya handphone serta permainan game-game online. Kebiasaan membaca buku dongeng bagi anak-anak akan berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan anak itu sendiri.

“Sewaktu kecil dengan sarana buku terbatas, saya selalu mendengar cerita dongeng dari orang tua atau nenek saya yang sedang berkunjung ke rumah orang tua saya. Bahkan ada kakak saya yang pulang libur dari Sekolah Seminari Pius XII Kisol, saya selalu minta dia untuk mendongeng,” beber pengalamannya.

Hangguman menjelaskan, kemampuan membaca buku serta menulis saat saya belajar di Seminari Pius XII Kisol. Di Seminari Pius XII Kisol, saya bisa membaca dua buku dalam satu minggu. Asah kemampuan ini terus saya lakukan saat kuliah hingga menggeluti profesi jurnalis di Kota Jakarta.

“Ada pengalaman menarik di Seminari Pius XII Kisol saat guru kami, Pater Henri Daros, SVD membaca buku Novel. Sejak saat itu kemampuan bersastra terus diasah hingga bisa menulis,” jelasnya.

Hangguman menjelaskan, Presiden Pertama, Pendiri NKRI, Ir Soekarno dan Wakil Presiden Pertama NKRI, Mohammad Hatta memiliki kebiasaan membaca Novel dan buku-buku sastra sangat tinggi sehingga kemampuan menulis sangat luar biasa.

“Saya anjurkan agar membiasakan diri membaca buku Novel dan buku-buku sastra,” anjurnya.

Salah satu Orang tua di Kabupaten Manggarai Timur, Frumensius F Anam saat diskusi terbatas Hari Pendidikan Nasional mengungkapkan membangkitkan kebiasaan membaca dan menulis di era digital saat ini membutuhkan perjuangan keras dengan kemajuan teknologi yang sangat memudahkan anak-anak dengan menggunakan handphone dengan banyaknya game-game.

“Saya selalu ajak anak-anak di rumah untuk membaca buku serta memulai menulis. Orang tua sebaiknya mendampingi dan membimbing anak-anak untuk membaca dan membaca,” ajaknya.

Kepala Sekolah SMAN 06 Kota Komba, Frumensius Hemat menjelaskan, melalui sambungan telepon, Senin, (3/5/2021) menjelaskan, anak murid di sekolahnya sangat terasa dampak main game di handphone, dimana anak-anak sekolah tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru-guru. Memang belum ada ketergantungan dalam main game. Ini juga dampak dari pandemi Covid19 dimana dilakukan pembelajaran lewat media online dengan menggunakan handphone android. 105 siswa di SMAN 06 Kota sudah memiliki handphone android.

“Belajar online mampu mengerjakan soal-soal yang diberikan guru-guru. Di sekolah kami ada juga website online, semacam mading online agar karya tulis anak-anak dipublikasikan di website itu,” jelasnya.

Frumensius menjelaskan sekolahnya sudah ditetapkan menjadi sekolah penggerak di Kabupaten Manggarai Timur. Digitalisasi sekolah terus dibenahi menuju sekolah digital.

“Salah satu sekolah digital dengan tersedianya website sekolah untuk mempublikasikan karya tulis anak sekolah dan guru. Di website itu anak-anak sekolah dilatih membaca dan menulis serta kemampuan guru diasah terus demi kemajuan berliterasi di Manggarai Timur,” jelasnya. ( Markus Makur )

********************************************************************

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here