• Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Beranda Negeri
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
No Result
View All Result
Beranda Negeri
No Result
View All Result
Home UMUM

Sejarah Mataram Kuno Pernah Terjadi Perang Saudara Menyangkut Agama, sebagai Bahan Renungan dan  Refleksi bagi  Indonesia ke Depan

by Redaksi
Februari 29, 2024
in UMUM
0
Sekelumit Pemikiran tentang Perbandingan Pemberantasan Korupsi di Negara Maju dan Kondisi Konkrit di Indonesia Masa Kini

Foto: Agus Widjajanto

0
SHARES
102
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

 

Oleh  Agus  Widjajanto

 

Pada abad ke tujuh di Jawa tengah bagian selatan pernah berdiri kerajaan Hindu terbesar yang bernama Mataram Hindu, yang keturunan nya telah mewariskan peradapan sangat tinggi serta meninggalkan karya agung berupa bangunan candi fenomenal yang jadi keajaiban dunia, yaitu candi Borobudur dan candi Prambanan atau candi Sewu yang terketak di magelang dan klaten jawa tengah.

Kerajaan Mataram kuno didirikan oleh Rakai Mataram sang Ratu Sanjaya pendiri dinasti Sanjaya pada tahun 732 Masehi dan berkuasa hingga tahun 760 Masehi. Maka kerajaan nya dinamakan Kerajaan Mataram Hindu karena raja dan masyarakat nya beragama Hindu siwa.

Raja kedua adalah Sri Maharaja Rakai panangkaran yang berkuasa tahun 760 hingga tahun 780 Masehi.

Raja ketiga yaitu Sri Maharaja Rakai Panunggalan/ Dharma Tungga yang memerintah tahun 780 sampai tahun 800 Masehi.

Yang ke empat adalah Raja Sri Maharaja Rakai Warok / Indra Syailendra, yang memerintah tahun 800 hingga 820 Masehi.

Dimana saat pemerintahan Rakai Warok / indra saylendra kerajaan Mataram bukan lagi menganut agama Hindu Siwa tapi sudah beralih kepada agama Bhuda Mahayana,  yang menimbulkan perang saudara dalam perang agama dan keyakinan yang merupakan perang agama terbesar pada saat itu, hingga membuat kestabilan pemerintahan terganggu, karena adanya perpecahan dalam keluarga kerajaan.

Baru pada saat raja Mataram yang ke lima yaitu Sri Maharaja Rakai Garung atau Raja samaratungga , pemerintahan agak stabil dan perang saudara sudah bisa diredam, dengan demikian ekonomi negara juga berkembang, disinilah Sri Maharaja Samaratungga membangun candi tempat peribadatan agama Bhuda Mahayana terbesar yang dinamakan candi Sambara Bhudura, atau dikenal dengan candi Borobudur, yang merupakan candi Bhuda terbesar diseluruh Dunia untuk memberikan penghormatan kepada Kaum Brahmana dan pendeta Budha serta masyarakat mataram kuno saat itu bisa menjalankan ibadah nya dengan baik.

Untuk menjaga kestabilan politik dan keamanan dalam meredam terjadinya pecah perang agama lagi antara dinasti Sanjaya dengan dinasti Syailendra, maka oleh Sri Maharaja Samaratungga, anak nya laki laki yang bernama Rakai Pikatan saat dinobatkan menjadi Raja  yang beragama Hindu Siwa dikawinkan dengan Ratu Pramoerdawardhani dari Dinasti Syailendra yang beragama Bhuda Mahayana pada tahun 824 Masehi , berdasarkan catatan prasasti Kayumwungan.

Bahwa perkawinan antar dinasti sebagai perkawinan politik yang beda agama dan keyakinan ini, bertujuan agar seluruh keturunan baik keturunan wangsa Sanjaya maupun keturunan wangsa Syailendra ada jaminan keselamatan dan keamanan yang bisa mencapai kesejahteraan bersama untuk bisa diakhirinya perang saudara dalam perang agama atau agama yang dipolitisasi kalau jaman Demokrasi modern saat ini.

Pada saat Maha Raja Rakai Pikatan yang beragama Hindu Siwa beristrikan Ratu  Pramoerdawardhani dari wangsa Syailendra yang beragama Bhuda Mahayana, memerintahkan  untuk membuat candi yang bercorak Hindu Siwa, untuk menandingi berdirinya candi Bhuda (Shambara Bhudura / Borobudur) maka Rakai Pikatan membangun candi Sewu yang bernama candi Prambanan pada tahun 850 Masehi,  sebagai tempat ibadah bagi orang yang beragama Hindu Siwa, walaupun dalam pemerintahan Mataram saat Rakai Pikatan. Memerintah , baik agama Hindu Siwa maupun Bhuda Mahayana bisa hidup berdampingan, dengan damai mendapat jaminan secara  Politik dari kerajaan Mataram kuno saat itu. Bahwa candi Prambanan atau candi Sewu pada saat itu juga dibuat sistem pengairan dengan tata kelola pengairan yang modern  disamping untuk pertanian juga untuk menjaga membendung banjir dari sungai opak  agar candi prambanan tidak terkurung banjir, maka pada saat itu telah melakukan sudetan sungai opak yang awalnya melingkar dijadikan lurus , dimana tehnik sudetan sungai besar jaman itu sudah dikuasi dengan cara manual, Candi Prambanan sendiri karena begitu banyak nya patung yang harus dibuat yang mencapai hampir 550 patung dengan relief sangat indah dan rumit secara tehnik maka  , setelah mangkat nya Rakai Pikatan  pembangunan  selanjut nya diteruskan oleh Raja Balitung Masa sumbu berdasarkan keterangan prasasti “Siwagra “.Bahwa perang saudara yang berlatar belakang politik agama saat itu, sesuai catatan sejarah antara Rakai Pikatan dengan Bala putra Dewa, yang memperebutkan tahta kerajaan Medang Mataram Kuno, meski bertahan dibenteng Ratu Boko yang terbuat dari timbunan batu, Bala Putra Dewa kalah  dan memilih menyingkir ke Sumatera ke tanah kelahiran Ibunya, dan mendirikan kerajaan Sriwijaya yang bercorak Bhuda, yang belakangan menjadi kerajaan Bhuda terbesar di Asia tenggara.

Bahwa candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar yang telah dibangun di Jawa saat itu, beberapa sejarawan menduga bahwa dibangun nya candi Prambanan sebagai candi Hindu Siwa terbesar untuk menandai kembalinya dinasti / Wangsa Sanjaya dipemerintahan, setelah  hilang nya kekuasaan pada saat Raja Mataram kuno dijabat oleh Raja Rakai Warok/ Indra Syailendra, Candi Prambanan sendiri dibangun oleh Rakai Pikatan pada tahun 856 Masehi. Prasasti Wantil juga menyebutkan bahwa Rakai Pikatan alias Rakai Mamrati turun tahta menjadi brahmana bergelar Sang Jatiningrat pada tahun 856 Masehi, dimana tahta kerajaan dipegang oleh putra bungsunya yaitu Dyah Lokapala alias Rakai Kayuwangi.

Pada tahun 930 karena kondisi alam menyangkut  geografis yang mana adanya bencana alam berupa gunung Merapi meletus yang mengakibatkan Candi Borobudur terpendam lumpur gunung berapi, dan candi Prambanan rusak parah , oleh mpu Sendok ibukota Mataram dipindah ke Jawa timur, dengan mendirikan dinasti Isyana, sebagai berdiri nya sejarah baru di Jawa timur yang akan melahirkan Raja Raja Singosari hingga Majapahit nantinya.

Candi Borobudur yang merupakan candi budha terbesar di dunia yang berbentuk bunga teratai ditengah kolam raksasa ( Danau ) telaga warna, baru ditemukan lagi setelah ratusan tahun tertimbun laha , oleh tentara Inggris dibawah Pimpinan Thomas Stanford Raffles pada tahun 1814 Masehi dalam keadaan hancur.

Refleksi sejarah masa lalu yang bisa kita ambil untuk Indonesia kedepan, adalah bahwa bangsa ini adalah bangsa yang mempunyai kebudayaan sangat tinggi dan adi luhung, dimana bangsa bangsa lain dibelahan bumi lainya masih belum berbudaya dan menguasai tehnis rancang bangun Nenek moyang kita sudah menguasai nya, bahwa  bangsa ini juga sudah  pernah mengalami perang agama di Nusantara yang merupakan perang agama terbesar saat itu, dan bisa berahir karena sifat keteladanan dan kebijakan serta kebesaran hati dari pemimpin nya saat itu yakni Raja Sri Maharaja Samaratungga dan anak nya Raja Sri Maharaja Rakai Pikatan serta Maha Dewi Pramoerdawardhani sebagai ratu dari wangsa Syailendra.

Sejarah masa lalu sebuah Bangsa khusus nya sejarah dari kebesaran bangsa kita  bisa menjadi bekal pengalaman, kekuatan serta  ketetapan hati setiap anak bangsa pada saat ini dan generasi kedepan agar belajar dari sejarah masa lalu, dimana  jangan sekali kali melupakan sejarah ( Jas Merah ) seperti yang di gaungkan Bung Karno dimana segenap anak bangsa  jangan mau lagi diadu domba dalam politik praktis menyangkut konflik agama apalagi dikaitkan antara pemilihan umum sebagai penyaluran hak demokrasi dengan keyakinan agama nya, yang merupakan tindakan pengerdilan akan kecerdasan bangsa ini menyangkut peradapan dan  sejarah masa lalu bangsa ini.  karena leluhur leluhur  kita sudah pernah mengalami nya , dan karena sejarah masa lalu  lah para pendiri bangsa ( Founding Father ) membentuk Dasar negara yaitu Pancasila  sebagai falsafah dan pandangan hidup bangsa yang diadopsi dan diilhami dari nilai nilai luhur masa lalu sebagai bangsa yang Gung Binantoro ( terkenal karena kebesarannya dan keagungan peradapan budayanya ) untuk tetap menjaga toleransi dalam beragama. Saling menghormati sebagai sesama anak bangsa, Demi Indonesia tercinta, yang bersemboyan Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa.

 

========================

 

Penulis adalah Praktisi Hukum di Jakarta, Penulis dan Pemerhati Masalah-masalah Politik Sosial Budaya Bangsanya
ShareTweetSend
Next Post
Esensialisme Kebudayaan dan Pragmatisme Politik

Esensialisme Kebudayaan dan Pragmatisme Politik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Buah Pertobatan dari Penjara

Buah Pertobatan dari Penjara

6 tahun ago
Kepemimpinan Politik Maritim

Kebudayaan dan Antisipasi

2 tahun ago

Popular News

    Newsletter

    Beranda Negeri

    Anda bisa berlangganan Artikel Kami di sini.
    SUBSCRIBE

    Category

    • BERITA
    • BIOGRAFI
    • BUMI MANUSIA
    • Featured
    • JADWAL
    • JELAJAH
    • KOLOM KHUSUS
    • LENSA
    • OPINI
    • PAPALELE ONLINE
    • PUISI
    • PUSTAKA
    • SASTRA
    • TEROPONG
    • UMUM

    Site Links

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org

    About Us

    Beranda sebagai suatu tempat para penghuni rumah untuk duduk melepas lelah, bercerita dengan anggota keluarga ataupun tamu dan saudara. Karena itu pula media Baranda Negeri merupakan tempat bercerita kita dan siapa saja yang berkesempatan berkunjung ke website ini.

    • Redaksi & Kontak
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • BERITA
    • JELAJAH
    • BUMI MANUSIA
    • BIOGRAFI
    • OPINI
    • KOLOM
    • SASTRA
    • Lainnya
      • TEROPONG
      • PUSTAKA
      • PAPALELE ONLINE
      • LENSA
      • JADWAL

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In