• Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Beranda Negeri
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
No Result
View All Result
Beranda Negeri
No Result
View All Result
Home OPINI

Sumber Daya Alam Disinyalir Kuat sebagai Alasan Amerika Menyerang Iran

by Redaksi
Maret 13, 2026
in OPINI
0
Pemberian Rehabilitasi Oleh Presiden Selaku Kepala Negara, terhadap Terpidana yang Belum Mempunyai Kekuatan Hukum Tetap, Apakah Tepat dari Sisi Hukum?
0
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

 

Oleh Agus Widjajanto

 

Benar, banyak orang percaya bahwa tidak ada kebetulan dalam hidup ini. Setiap kejadian, termasuk pertemuan dan peristiwa, mungkin memiliki makna atau tujuan tertentu. Filosofi ini sering dikaitkan dengan konsep takdir atau nasib, di mana segala sesuatu terjadi karena ada alasan atau tujuan tertentu.

Beberapa orang percaya bahwa kebetulan adalah cara Tuhan atau alam semesta untuk mengarahkan kita ke arah tertentu atau memberikan pelajaran hidup. Jadi, mungkin ada makna tersembunyi di balik setiap kejadian, termasuk penemuan cadangan emas di Iran yang diduga kuat sebagai alasan Amerika Serikat untuk menyerang iran dan bermaksut  menumbangkan rezim pemerintahan seperti hal nya yang dilakukan di venezuela dan belahan dunia lain dalam 70 tahun terahir ini dan mungkin hal ini justru akan menjadi akhir dari dominasi Amerika Serikat secara global, di mana diprediksi kuat berdasarkan data intelijen dan media sosial Amerika mengalami kekalahan, termasuk prediksi dari akademisi China, Prof Jian.

Pada bulan Desember 2025 yang lalu Iran melalui departemen sumber daya mineralnya mengumumkan telah menemukan cadangan biji emas terbesar dalam sejarah Timur Tengah dimana ditemukan cadangan biji emas sebesar 61 juta ton.

Lokasi tambang tersebut adalah berada di Shadan, propinsi Khorasan Selatan ( Wilayah Timur Iran ) volume yang dilaporkan adalah 7, 95 juta ton biji emas oksida, dan 53,1 juta ton biji emas sulfida. Yang merupaksn penemuan biji emas terbesar.

Pengumuman tersebut yang dilakukan oleh kementerian perindustrian dan pertambangan Iran pada tanggal 1 Desember 2025 yang dipandang sebagai upaya strategis memperkuat ekonomi Iran di tengah sangsi ekonomi yang ditetapkan barat termasuk Amerika terhadap Iran sejak revolusi pecah tahun 1975.

Anehnya dan bin ajaib, Pentagon (Kementerian Pertahanan Amerika Serikat) pada awal Februari 2026 telah melakukan floting bahwa Iran akan membahayakan kepentingan Amerika di Timur Tengah, dimana Pentagon telah memindahkan aset militer besar-besaran termasuk kapal induk, pesawat siluman dan pesawat strategis dan ribuan personil militer ke Timur Tengah sebagai persiapan perang terhadap Iran.

Pentagon sendiri menerapkan opsi “Regime Decapitatin” dimana Pentagon mengajukan opsi kepada konggres agar Pemerintahan Donald Trump menyajikan opsi militer yang luas, termasuk menargetkan pemimpin tertinggi Iran (Decapitation Strikes) yang telah di floting beberapa minggu sebelum serangan tanggal 28 februari 2026 yang lalu.

Artinya peristiwa perang antara iran melawan amerika serikat dan israel bukan lah hal kebetulan akan tetapi sudah ditarget sejak awal karena ingin menguasai sumber daya alam berupa minyak dan cadangan biji  emas yang baru ditemukan di wilayah Iran Timur, tersebut.

Amerika Serikat memiliki sejarah panjang dalam campur tangan di negara lain, terutama selama Perang Dingin. Beberapa contoh termasuk:

– Iran (1953): CIA membantu menggulingkan Perdana Menteri Mohammad Mossadegh, yang dinilai terlalu pro-Soviet.

– Guatemala (1954): CIA mendukung kudeta terhadap Presiden Jacobo Arbenz, yang ingin melakukan reformasi agrar.

– Kuba (1960-an): AS berusaha menggulingkan Fidel Castro, yang memimpin revolusi Kuba.

– Chili (1973): CIA mendukung kudeta Augusto Pinochet, yang menggulingkan Presiden Salvador Allende.

– Irak (2003): AS memimpin invasi ke Irak, dengan alasan adanya senjata pemusnah massal (WMD).

 

Motif AS seringkali terkait dengan kepentingan strategis, ekonomi, atau ideologi. Namun, dampaknya seringkali kompleks dan berkepanjangan yang menimbulkan kemiskinan dan kehancuran terhadap kawasan dan negara-negara yang di jatuhkan.

Profesor Jiang Xueqin, seorang ahli geopolitik dari Tiongkok, memprediksi bahwa Amerika Serikat akan kalah dalam perang melawan Iran. Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat AS tidak siap menghadapi perang ini, termasuk:

-Ketergantungan pada teknologi mahal: AS masih mengandalkan teknologi perang yang mahal dan kompleks, sedangkan Iran menggunakan strategi perang asimetris dengan biaya yang lebih rendah.

– Ketidakseimbangan biaya: AS harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk menghadapi serangan Iran, sedangkan Iran dapat menggunakan drone dan senjata berbiaya rendah untuk menyerang AS.

– Keterbatasan dukungan publik: AS menghadapi kesulitan dalam mendapatkan dukungan publik untuk berperang dengan Iran, terutama setelah pengalaman perang di Irak dan Afghanistan.

– Ketergantungan pada petrodolar: AS sangat bergantung pada petrodolar, dan Iran dapat mengancam pasokan minyak global untuk melemahkan ekonomi AS.

 

Jiang juga memprediksi bahwa Iran akan menggunakan strategi “perang panjang” untuk melemahkan AS, dengan menyerang infrastruktur vital dan menggunakan jaringan proksi untuk memperluas tekanan terhadap AS dan sekutunya.

Perang panjang yang menguras energi sumber daya Amerika Serikat yang pada akhirnya akan merubah keseimbangan kekuatan global dan jika skenario ini terjadi dampaknya bukan hanya di Timur Tengah saja.

Prof. Jian Xueqin memprediksi situasi ini akan mempercepat perubahan dunia yang lebih multipolar, dimana kekuatan global tidak lagi di dominasi satu negara saja, tapi terpecah China bersama sekutunya dalam BRIC.

BRIC (Brasil, Rusia, India, Cina, dan sekarang Afrika Selatan) bisa menjadi kekuatan baru dunia karena beberapa alasan. Beberapa faktor yang membuat BRIC berpotensi menjadi kekuatan baru dunia adalah:

– Ekonomi yang tumbuh pesat: Negara-negara BRIC memiliki ekonomi yang tumbuh pesat dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global.

 

Hal ini menjadi pembelajaran bagi kita bangsa Indonesia, bahwa melimpahnya sumber daya alam bisa menjadi kutukan akan tetapi juga bisa menjadi alat kemakmuran (berkat) terhadap rakyatnya tergantung kita menyikapinya. Kita bukan bangsa yang lemah, saat Perang Dunia II berahir, Surabaya menjadi contoh betapa heroiknya bangsa ini, dimana peperangan Surabaya dianggap sebagai perang paling neraka bagi pasukan sekutu ingris sast itu. Pertahankan Kemerdekaan ini dengan segala cara cintailah bangsamu, dan selalu pikirkan rakyat karena negara ada disebabkan adanya rakyat, jaga sumber daya alamnya untuk kemakmuran rakyat bukan untuk golongan dan korupsi para pejabatnya, karena sumber daya alam adalah warisan untuk anak cucu kita ke depan.

———————

 

Penulis adalah pemerhati sosial poltik budaya

ShareTweetSend
Next Post
Lima Tahun di Atas Pusara

Belajar dari Ruang Kelas dan Ruang Doa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kobus, Milad, dan Buku

Kobus, Milad, dan Buku

6 tahun ago

Kemendes PDTT: ”Drip Irrigation System” adalah Solusi Terbaik untuk Pertanian di NTT

5 tahun ago

Popular News

    Newsletter

    Beranda Negeri

    Anda bisa berlangganan Artikel Kami di sini.
    SUBSCRIBE

    Category

    • BERITA
    • BIOGRAFI
    • BUMI MANUSIA
    • Featured
    • JADWAL
    • JELAJAH
    • KOLOM KHUSUS
    • LENSA
    • OPINI
    • PAPALELE ONLINE
    • PUISI
    • PUSTAKA
    • SASTRA
    • TEROPONG
    • UMUM

    Site Links

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org

    About Us

    Beranda sebagai suatu tempat para penghuni rumah untuk duduk melepas lelah, bercerita dengan anggota keluarga ataupun tamu dan saudara. Karena itu pula media Baranda Negeri merupakan tempat bercerita kita dan siapa saja yang berkesempatan berkunjung ke website ini.

    • Redaksi & Kontak
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • BERITA
    • JELAJAH
    • BUMI MANUSIA
    • BIOGRAFI
    • OPINI
    • KOLOM
    • SASTRA
    • Lainnya
      • TEROPONG
      • PUSTAKA
      • PAPALELE ONLINE
      • LENSA
      • JADWAL

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In