Oleh Albertus Mario Valerian Odje, Mahasiswa Prodi Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma- Yogyakarta
Kopi merupakan jenis tanaman yang laku di pasaran Eropa. Kopi yang pernah diujicoba ditanam di Batavia dan Karawang hasilnya kurang memuaskan dibandingkan dengan kopi yang ditanam di dataran Sukabumi. Selain kopi, tanaman yang laku di pasaran Eropa adalah teh,kapas, dan nila. Dengan produk hasil bumi yang melimpah danlaku di pasaran Eropa tersebut belum didukung adanya sarana transportasi yang mamadai, pasalnya jenis transportasi yang ada masih menggunakan hewan beban, dan sarana jalan yang ada masih jalan setapak. Dari permasalahan tersebut, para pemilik perkebunan memikirkan adanya jenis transportasi kereta api yang dapat mengangkut hasil bumi dari gudang penyimpanan ke pelabuhan.
Pada akhir tahun 1799 sebuah perusahaan terbesar yang bernama Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang dari negeri belanda datang ke nusantara untuk mencari rempah rempah dibubarkan dan daerah yang kekuasaannya diberikan kepada pemerintah belanda untuk dikelola. Maka dari itu sejak tahun 1800 bekas jajahan VOC di Indonesia di perintah oleh Gupernemen Hindia belanda atau bahasa lainya gouvernement van nedelandschindie. Pada saat itu seluruh beban hutang yang ditinggal oleh VOC,yang juga diambil alih pada waktu itu berjumlah 134 juta gulden. Pada akhir abad ke 18 itu beban rakyat di pulau jawa sudah terlalu berat dan rupanya di anggap sudah terlalu berat dan kelihatannya telah mencapai batas yang telah ditentukan. Bermacam-macam desakan akan barang dan jasa oleh VOC,para pegawainya,para raja, para bupati dan orang-orang cina terus mengalami peningkatan. VOC juga mengalami kerugian yang jumlah nya tidak sedikit, karena penyerahan penyerahan oleh penduduk setempat terhadap pihak lain. Penghasilan-penghasilan yang di dapat oleh para pegawainya secara tidak resmi dalam yang besar sangat merugikan VOC. Penghasilan gelap para pegawainya itu merupakan salah satu alasan mengapa VOC bisa bubar.
Setelah VOC bubar masuklah sebuah sistem pemerintah kolonial yang dimana di daerah jajahan belanda mulai menciptakan negara baru yang disebut hindia belanda. Belanda mulai membangun berbagai macam infrastruktur seperti dibuatnya sebuah jalur kereta api. Pada awalnya yang membangun jalur perkeretapian pertama kali ialah sebuah perusahaan swasta yaitu NISM (Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij). NISM berdiri pada tahun 27 Agustus 1862 di semarang. NISM berfokus pada bidang logistik yaitu pengangkutan rempah-rempah

Kantor Pusat NISM di Semarang Tahun 1909
Setelah 80 tahun berdiri munculah sebuah perusahaan milik pemerintah kolonial hindia belanda yaitu SS (Staatsspoorwegen) yang berpusat di bandung. Perusahaan SS sendiri berfungsi untuk membawa para pegawai kolonial dan membantu militer untuk memindahkan tentara dan perlengakapan persenjataan bagi pemerintah hindia belanda.
Setelah sekian lama Indonesia berada dalam pemerintahan hindia belanda dan pada akhirnya Indonesia memprolamasikan merdeka dan bebas dari penjajah menjadi babak baru bagi Indonesia untuk mencari bagaimana negara Indonesia bisa memanfaatkan peninggalan belanda seperti jalur kereta api. Ada beberapa stasiun kereta api yang masih tersisa sampai hari ini. Bukan hanya stasiun tetapi kantor juga masih berdiri dan menjadi cagar budaya dan bisa di pergunakan bagi masyarakat indonesia. Contohnya seperti bangunan stasiun di daerah bogor yang pada awalnya sebuah kantor cabang SS.

Bangunan Stasiun Bogor Saat Ini
Sumber: RRI/ https://rri.co.id/bogor/berita-foto/3840/stasiun-bogor-lebih-dari-sekadar-stasiun-kereta-api

Bangunan kantor Staatsspoorwegen tahun 1881
sumber: KITLV-ledien university libraries/ http://hdl.handle.net/1887.1/item:783151


