• Redaksi & Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
Senin, April 27, 2026
  • Login
No Result
View All Result
Beranda Negeri
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
  • HOME
  • BERITA
  • JELAJAH
  • BUMI MANUSIA
  • BIOGRAFI
  • OPINI
  • KOLOM
  • SASTRA
  • Lainnya
    • TEROPONG
    • PUSTAKA
    • PAPALELE ONLINE
    • LENSA
    • JADWAL
No Result
View All Result
Beranda Negeri
No Result
View All Result
Home OPINI

Jejak Peninggalan Kolonial Hindia Belanda dalam Hal Transportasi Kereta Api di Daerah Bogor pada Abad-19

by Redaksi
April 27, 2026
in OPINI
0
Jejak Peninggalan Kolonial Hindia Belanda dalam Hal Transportasi Kereta Api di Daerah Bogor pada Abad-19
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

 

Oleh Albertus Mario Valerian Odje, Mahasiswa Prodi Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma- Yogyakarta

 

Kopi merupakan jenis tanaman yang laku di pasaran Eropa. Kopi yang pernah diujicoba ditanam di Batavia dan Karawang hasilnya kurang memuaskan dibandingkan dengan kopi yang ditanam di dataran Sukabumi. Selain kopi, tanaman yang laku di pasaran Eropa adalah teh,kapas, dan nila. Dengan produk hasil bumi yang melimpah danlaku di pasaran Eropa tersebut belum didukung adanya sarana transportasi yang mamadai, pasalnya jenis transportasi yang ada masih menggunakan hewan beban, dan sarana jalan yang ada masih jalan setapak. Dari permasalahan tersebut, para pemilik perkebunan memikirkan adanya jenis transportasi kereta api yang dapat mengangkut hasil bumi dari gudang penyimpanan ke pelabuhan.

Pada akhir tahun 1799 sebuah perusahaan terbesar yang bernama Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang dari negeri belanda datang ke nusantara untuk mencari rempah rempah dibubarkan dan daerah yang kekuasaannya diberikan kepada pemerintah belanda untuk dikelola. Maka dari itu sejak tahun 1800 bekas jajahan VOC di Indonesia di perintah oleh Gupernemen Hindia belanda atau bahasa lainya gouvernement van nedelandschindie. Pada saat itu seluruh beban hutang yang ditinggal oleh VOC,yang juga diambil alih pada waktu itu berjumlah 134 juta gulden. Pada akhir abad ke 18 itu beban rakyat di pulau jawa sudah terlalu berat dan rupanya di anggap sudah terlalu berat dan kelihatannya telah mencapai batas yang telah ditentukan. Bermacam-macam desakan akan barang dan jasa oleh VOC,para pegawainya,para raja, para bupati dan orang-orang cina terus mengalami peningkatan. VOC juga mengalami kerugian yang jumlah nya tidak sedikit, karena penyerahan penyerahan oleh penduduk setempat terhadap pihak lain. Penghasilan-penghasilan yang di dapat oleh para pegawainya secara tidak resmi dalam yang besar sangat merugikan VOC. Penghasilan gelap para pegawainya itu merupakan salah satu alasan mengapa VOC bisa bubar.

Setelah VOC bubar  masuklah sebuah sistem pemerintah kolonial yang dimana di daerah jajahan belanda mulai menciptakan negara baru yang disebut hindia belanda. Belanda mulai membangun berbagai macam infrastruktur seperti dibuatnya sebuah jalur kereta api. Pada awalnya yang membangun jalur perkeretapian pertama kali ialah sebuah perusahaan swasta yaitu NISM (Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij).  NISM berdiri pada tahun 27 Agustus 1862 di semarang. NISM berfokus pada bidang logistik yaitu pengangkutan rempah-rempah

 

Kantor Pusat NISM di Semarang Tahun 1909

sumber: https://digitalcollections.universiteitleiden.nl/view/item/806575?solr_nav%5Bid%5D=a62c32185cff44e78ea1&solr_nav%5Bpage%5D=0&solr_nav%5Boffset%5D=1

 

Setelah 80 tahun berdiri munculah sebuah perusahaan milik pemerintah kolonial hindia belanda yaitu SS (Staatsspoorwegen) yang berpusat di bandung. Perusahaan SS sendiri berfungsi untuk membawa para pegawai kolonial dan membantu militer untuk memindahkan tentara dan perlengakapan persenjataan bagi pemerintah hindia belanda.

Setelah sekian lama Indonesia berada dalam pemerintahan hindia belanda dan pada akhirnya Indonesia memprolamasikan merdeka dan bebas dari penjajah menjadi babak baru bagi Indonesia untuk mencari bagaimana negara Indonesia bisa memanfaatkan peninggalan belanda seperti jalur kereta api. Ada beberapa stasiun kereta api yang masih tersisa sampai hari ini. Bukan hanya stasiun tetapi kantor juga masih berdiri dan menjadi cagar budaya dan bisa di pergunakan bagi masyarakat indonesia. Contohnya seperti bangunan stasiun di daerah bogor yang pada awalnya sebuah kantor cabang SS.

 

Bangunan Stasiun Bogor Saat Ini

Sumber: RRI/ https://rri.co.id/bogor/berita-foto/3840/stasiun-bogor-lebih-dari-sekadar-stasiun-kereta-api

 

Bangunan kantor Staatsspoorwegen tahun 1881

sumber: KITLV-ledien university libraries/ http://hdl.handle.net/1887.1/item:783151

ShareTweetSend

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Refleksi Akhir Tahun 2025 Penegakan Hukum, Masih Sebatas “Lips Service” bahwa Hukum Subordinat Terhadap Kekuasaan

Refleksi Akhir Tahun 2025 Penegakan Hukum, Masih Sebatas “Lips Service” bahwa Hukum Subordinat Terhadap Kekuasaan

4 bulan ago
Beberapa Catatan atas Penegakan Hukum Pemberantasan Tindak Pidana Korups

Beberapa Catatan atas Penegakan Hukum Pemberantasan Tindak Pidana Korups

5 bulan ago

Popular News

    Newsletter

    Beranda Negeri

    Anda bisa berlangganan Artikel Kami di sini.
    SUBSCRIBE

    Category

    • BERITA
    • BIOGRAFI
    • BUMI MANUSIA
    • Featured
    • JADWAL
    • JELAJAH
    • KOLOM KHUSUS
    • LENSA
    • OPINI
    • PAPALELE ONLINE
    • PUISI
    • PUSTAKA
    • SASTRA
    • TEROPONG
    • UMUM

    Site Links

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org

    About Us

    Beranda sebagai suatu tempat para penghuni rumah untuk duduk melepas lelah, bercerita dengan anggota keluarga ataupun tamu dan saudara. Karena itu pula media Baranda Negeri merupakan tempat bercerita kita dan siapa saja yang berkesempatan berkunjung ke website ini.

    • Redaksi & Kontak
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • BERITA
    • JELAJAH
    • BUMI MANUSIA
    • BIOGRAFI
    • OPINI
    • KOLOM
    • SASTRA
    • Lainnya
      • TEROPONG
      • PUSTAKA
      • PAPALELE ONLINE
      • LENSA
      • JADWAL

    © 2023 BerandaNegeri.com - Morris by Gendis.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In